Bursa Eropa Ceria di Awal Agustus, Minyak Anjlok Redakan Kekhawatiran Pasar
Tuesday, August 04, 2026       03:30 WIB
  • STOXX 600 naik 0,45% ditopang turunnya harga minyak.
  • AstraZeneca anjlok 9% diterpa kabar merger.
  • ECB: Konflik Timur Tengah masih membebani ekonomi zona euro.

Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa mengawali perdagangan bulan ini dengan penguatan, Senin, didorong anjloknya harga minyak setelah muncul harapan baru terhadap upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik Iran. Di sisi lain, saham raksasa farmasi AstraZeneca terpuruk menyusul laporan mengenai pembicaraan merger dengan perusahaan farmasi asal Amerika Serikat, Bristol Myers Squibb.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup naik 0,45 persen atau 2,90 poin menjadi 652,09, bertahan di dekat rekor tertinggi yang dicapai pada perdagangan Jumat, demikian laporan  Reuters  dan   CNBC ,  di Bengaluru, Senin (3/8) atau Selasa (4/8) dini hari WIB.
Sebagian besar bursa utama di kawasan Eropa berakhir di zona hijau, indeks DAX Jerman melonjak 1,45 persen atau 372,07 poin jadi 26.001,31 dan CAC Prancis melompat 1,22 persen atau 104,18 poin ke posisi 8.613,82, sementara indeks FTSE 100 London menjadi satu-satunya yang melemah tipis 0,1 persen atau 10,35 poin menjadi 10.857,70.
Manajer Investasi Mattioli Woods, Lauren Hyslop, mengatakan pergerakan pasar masih sangat dipengaruhi oleh perubahan sentimen yang berlangsung hampir setiap hari, terutama terkait perkembangan geopolitik di Timur Tengah.
Menurut dia, penurunan harga minyak kali ini dipicu sinyal Presiden AS Donald Trump yang memilih pendekatan lebih diplomatis terhadap Iran. Meski demikian, ketidakpastian masih tinggi karena arah perkembangan situasi dalam beberapa hari ke depan sulit diprediksi.
Harga minyak merosot lebih dari 4,5 persen setelah Trump memutuskan menunda serangan baru terhadap Iran dan memilih mendorong tercapainya kesepakatan cepat guna membatasi program nuklir Teheran sekaligus membuka kembali Selat Hormuz. Langkah tersebut meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global.
Namun, pemerintah Iran membantah tengah melakukan perundingan dengan Washington maupun memiliki agenda pertemuan dalam waktu dekat, sehingga prospek penyelesaian konflik masih belum sepenuhnya pasti.
Kejatuhan harga minyak memberikan dorongan bagi sektor-sektor yang sensitif terhadap biaya energi. Indeks sektor perjalanan dan rekreasi naik 0,6 persen, sementara saham kedirgantaraan dan pertahanan menjadi yang berkinerja terbaik dengan lonjakan 2,7 persen.
Pelaku pasar juga mencermati meningkatnya aktivitas merger dan akuisisi setelah sejumlah pengumuman transaksi korporasi serta laporan mengenai potensi penggabungan usaha mewarnai perdagangan.
Saham AstraZeneca anjlok 9 persen dan menjadi emiten dengan kinerja terburuk di indeks STOXX 600 setelah muncul laporan mengenai kemungkinan merger senilai sekitar USD400 miliar dengan Bristol Myers Squibb. Sentimen tersebut turut menyeret indeks sektor kesehatan Eropa yang melorot 1,7 persen.
Hyslop menilai kabar tersebut bukan perkembangan positif bagi pasar Inggris mengingat AstraZeneca merupakan salah satu perusahaan terbesar yang tercatat di bursa London. Jika perusahaan itu diambil alih oleh perusahaan asal Amerika Serikat, pasar saham Inggris kembali kehilangan salah satu emiten unggulannya.
Secara keseluruhan, STOXX 600 membukukan kenaikan lebih dari 1 persen sepanjang Juli, ditopang kinerja laba perusahaan yang tetap solid sehingga mampu mengimbangi kekhawatiran investor terhadap dampak ekonomi konflik Amerika Serikat-Iran. Sebelumnya, gejolak tersebut sempat mendorong harga minyak Brent melampaui USD90 per barel, yang menjadi perhatian serius bagi Eropa karena tingginya ketergantungan kawasan itu terhadap impor energi.
Di sisi korporasi, saham Prysmian turun 0,6 persen setelah perusahaan menyepakati akuisisi produsen peralatan listrik asal Amerika Serikat, Atkore, dengan harga USD95 per saham secara tunai. Nilai transaksi tersebut mencerminkan enterprise value sekitar USD3,8 miliar.
Sementara itu, saham perusahaan farmasi Prancis, Ipsen, terkoreksi 8,4 persen setelah Jefferies menurunkan rekomendasi sahamnya menjadi underperform. Broker tersebut menilai terdapat peningkatan risiko terhadap prospek obat andalan Ipsen, Somatuline.
Dari sisi ekonomi, Buletin Ekonomi Bank Sentral Eropa (ECB) yang dipublikasikan pada Senin mengungkapkan konsumsi rumah tangga di kawasan euro turun tajam pada pekan-pekan awal konflik Iran akibat merosotnya kepercayaan konsumen. Kondisi tersebut menegaskan bahwa setiap eskalasi baru di kawasan Timur Tengah masih berpotensi menimbulkan risiko signifikan terhadap perekonomian Eropa. (Reuters/CNBC/AI)

Sumber : Admin