- STOXX 600 naik 0,48%, DAX +0,77%, FTSE 100 +0,42%, CAC 40 +0,40%.
- Yield obligasi zona euro mereda, mendorong saham perbankan naik 1,1%.
- Genmab melonjak 4,4%, sementara harga minyak turun sekitar 2%.
Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa menguat pada perdagangan Selasa, ditopang kenaikan di hampir seluruh sektor setelah imbal hasil obligasi kawasan euro mereda dari lonjakan sebelumnya yang dipicu kekhawatiran fiskal dan inflasi.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup naik 0,48% atau 3,01 poin menjadi 636,63, meski memangkas sebagian penguatan yang sempat dicapai pada awal perdagangan. Kenaikan tersebut menjadi penguatan untuk sesi ketiga berturut-turut, demikian laporan Reuters dan CNBC , di Bengaluru, Selasa (6/10) atau Rabu (7/10) dini hari WIB.
Sebagian besar sektor berakhir di zona hijau. Saham sektor perjalanan dan rekreasi memimpin penguatan dengan lonjakan 1,4%. Kejatuhan harga minyak sekitar 2%, Selasa, turut memberikan sentimen positif setelah meningkatnya ekspor minyak mentah dari Timur Tengah meredakan kekhawatiran mengenai pasokan.
Bursa regional utama juga menguat. Indeks DAX Jerman meningkat 0,77% atau 194,98 poin menjadi 25.449,19, FTSE 100 Inggris naik 0,42% atau 43,75 poin ke posisi 10.541,69 dan CAC 40 Prancis bertanbah 0,40% atau 30,97 poin jadi 7.865,07.
Saham perusahaan bioteknologi Denmark Genmab melambung 4,4% ke level tertinggi dalam tiga tahun. Kenaikan terjadi setelah Genmab dan perusahaan farmasi AS AbbVie melaporkan bahwa terapi kombinasi untuk pasien yang baru didiagnosis dengan jenis limfoma tertentu berhasil mengurangi risiko perkembangan penyakit atau kematian dalam uji klinis tahap akhir.
Indeks sektor kesehatan secara keseluruhan menguat 0,6%, meski kenaikannya tertahan oleh penurunan 5,5% saham Zealand Pharma.
Imbal hasil obligasi kawasan euro melorot setelah pekan lalu menyentuh level tertinggi dalam beberapa dekade. Selisih yield obligasi pemerintah Prancis dan Jerman bertenor 10 tahun juga kembali menyempit dari level tertinggi yang dicapai Jumat, seiring investor menilai apakah lonjakan premi risiko Prancis baru-baru ini terjadi terlalu cepat dan terlalu tinggi.
Saham perbankan berkapitalisasi besar melompat 1,1% seiring meningkatnya selera risiko investor.
Euro bergerak di dekat level terendah dalam 17 bulan akibat kekhawatiran mengenai tingginya beban utang Prancis dan kebuntuan politik. Ketidakpastian politik kawasan juga meningkat setelah Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, Senin, menyerukan pemilu lebih awal.
"Kekhawatiran fiskal dan politik yang kembali muncul di Prancis memperburuk tekanan akibat guncangan energi. Namun, laju pergerakan baru-baru ini menunjukkan aksi pelepasan posisi, bukan perubahan mendadak pada fundamental," kata Laura Cooper, Global Investment Strategist sekaligus Head of Macro Credit di Nuveen.
Cooper menambahkan, tanda-tanda penularan krisis ke sektor lain belum terlihat. Hal itu tercermin dari belum adanya penjualan berkelanjutan oleh investor asing atas obligasi Prancis maupun ketergantungan yang lebih besar dari perbankan Prancis terhadap bank sentral.
Investor Pangkas Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga ECB
Gejolak pasar obligasi dalam beberapa waktu terakhir mendorong investor mengurangi ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB).
Sebelumnya, pasar memperkirakan sedikitnya tiga kali kenaikan suku bunga tambahan hingga pertemuan ECB pada Maret. Kini, pasar sepenuhnya memperhitungkan satu kali kenaikan dan memberikan peluang sekitar 80% untuk pengetatan kedua.
Suku bunga yang terus tinggi meningkatkan biaya pinjaman bagi perusahaan dan pemilik KPR, sekaligus memperbesar beban pembayaran bunga pemerintah.
Di pasar saham, Technoprobe Italia melesat 2,8% setelah J.P. Morgan memulai cakupan saham tersebut dengan rekomendasi "overweight".
Sementara itu, saham pengembang properti Spanyol Neinor Homes melejit 5% setelah perusahaan menaikkan proyeksi 2026-2027, mengumumkan target untuk 2028, serta mengungkapkan rencana pembayaran dividen senilai 200 juta euro hingga 250 juta euro atau sekitar USD225 juta hingga USD281 juta pada 2028. (Reuters/CNBC/AI)
Sumber : Admin