- STOXX 600 turun 1%, tertekan lonjakan harga minyak dan imbal hasil obligasi.
- Sektor bank anjlok 3,3%, sementara saham teknologi terkoreksi.
- Investor mencermati arah suku bunga the Fed dan risiko fiskal Prancis.
Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa melemah tajam pada perdagangan Rabu, setelah mencatat kenaikan selama tiga sesi berturut-turut. Lonjakan harga minyak dan imbal hasil obligasi mengikis minat investor terhadap aset berisiko.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup merosot 1,00% atau 6,38 poin menjadi 630,25, memangkas sebagian besar kenaikan yang diraih dalam tiga sesi sebelumnya, dengan sektor perbankan kembali menjadi pemberat utama setelah anjlok 3,3%, demikian laporan Reuters dan CNBC , di Bengaluru, Rabu (7/10) atau Kamis (8/10) dini hari WIB.
Bursa regional ikut berguguran. Indeks DAX Jerman melorot 1,35% atau 344,83 poin jadi 25.104,36, FTSE 100 Inggris melemah 0,79% atau 83,19 poin ke posisi 10.458,50 dan CAC 40 Prancis berkurang 1,22% atau 95,86 poin menjadi 7.769,21.
Saham teknologi juga terkoreksi setelah sebelumnya mencapai rekor tertinggi. BE Semiconductor Industries ambles 8,5% setelah UBS menurunkan rekomendasi saham produsen peralatan chip asal Belanda tersebut menjadi "sell". UBS menilai terdapat risiko terhadap adopsi teknologi hybrid bonding dalam proses pengemasan chip.
"Investor berspekulasi bahwa belanja besar-besaran untuk kecerdasan buatan (AI) tidak akan melambat dan tekanan inflasi akibat harga minyak yang lebih tinggi tidak akan menggagalkan kabar positif terkait sektor teknologi," kata Direktur Investasi AJ Bell, Russ Mould.
Namun, menurut dia, kondisi berbeda terlihat di Eropa karena kawasan tersebut memiliki proporsi saham berbasis AI yang lebih rendah. Hal itu membuat investor cenderung mengambil sikap lebih berhati-hati.
Tekanan dari Pasar Obligasi
Saham Eropa berada di bawah tekanan seiring aksi jual di pasar obligasi global yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Investor masih menghadapi tingginya harga energi, tekanan inflasi yang persisten, serta ketidakpastian mengenai arah suku bunga.
Imbal hasil obligasi di Amerika Serikat dan Eropa kembali bergerak naik, Rabu. Sementara itu, spread obligasi Prancis melebar akibat kekhawatiran terhadap memburuknya kondisi keuangan negara tersebut menjelang pemilihan presiden tahun depan.
Imbal hasil obligasi pemerintah Jerman bertenor 10 tahun sempat melesat ke 3,5279% sebelum berakhir relatif tidak berubah.
Harga minyak mentah Brent naik 0,5% karena investor mempertimbangkan potensi gangguan pasokan akibat badai yang mengancam wilayah penghasil minyak Amerika Serikat serta serangan Houthi terhadap Arab Saudi. Di sisi lain, peningkatan pasokan minyak mentah dari Timur Tengah turut membatasi kenaikan harga.
"Spread kali ini merespons kekhawatiran fiskal, yang penyebab utamanya kemungkinan adalah aksi jual obligasi global akibat kenaikan harga energi," kata ekonom Capital Economics, James Reilly.
Reilly memperkirakan saham Prancis masih berpotensi tertinggal apabila emiten teknologi terus menjadi penggerak utama pertumbuhan pasar. Menurut dia, pemulihan yang berarti kemungkinan sulit terjadi sebelum kondisi fiskal Prancis mengalami perbaikan material.
Pelaku pasar juga mencermati risalah rapat Federal Reserve periode September serta pernyataan sejumlah pejabat bank sentral untuk memperoleh petunjuk baru mengenai arah suku bunga.
Ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat pada bulan ini mulai mereda setelah data ketenagakerjaan menunjukkan hasil lebih lemah dari perkiraan. Namun, pasar masih memperkirakan kebijakan moneter akan kembali diperketat pada akhir tahun ini dan berlanjut hingga 2027.
Investor juga mulai mengalihkan perhatian ke musim laporan keuangan kuartal III yang akan dimulai akhir bulan ini.
Menurut estimasi LSEG , laba perusahaan yang tergabung dalam STOXX 600 diprediksi melambung 19,4% secara tahunan pada kuartal III. Jika sektor energi dikecualikan, laba diproyeksikan tumbuh 9,9%.
Di antara saham individual, Pennon Group terkoreksi 20%. Perusahaan utilitas air Inggris tersebut meluncurkan rights issue senilai USD728,5 juta yang sepenuhnya dijamin, sekaligus memangkas dividennya sebagai bagian dari upaya memperbaiki masalah operasional.
Saham sektor otomotif juga berbalik melemah 0,3% setelah sebelumnya menguat. Sejumlah laporan media, termasuk Bloomberg, menyebut Uni Eropa tengah mempertimbangkan pembatasan impor kendaraan hybrid buatan China ke kawasan tersebut.
Komisioner Perdagangan Uni Eropa Maros Sefcovic bertolak ke Beijing, Rabu, untuk melakukan pembicaraan yang bertujuan mengurangi defisit perdagangan Uni Eropa yang terus membesar dengan China. (Reuters/CNBC/AI)
Sumber : Admin