Bursa Ekuitas Eropa Ceria Terkatrol Optimisme Laporan Kinerja Perusahaan
Wednesday, August 06, 2025       03:21 WIB

Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa menguat, Selasa, didorong laporan keuangan perusahaan yang lebih baik dari perkiraan dan optimisme Federal Reserve akan memangkas suku bunga bulan depan.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup naik 0,15% atau 0,80 poin menjadi 541,40, dengan sebagian besar bursa regional juga diperdagangkan di zona hijau, demikian laporan  Reuters  dan   CNBC ,  di Bengaluru, Selasa (5/8) atau Rabu (6/8) dini hari WIB.
Indeks DAX Jerman menguat 0,37% atau 88,38 poin menjadi 23.846,07, FTSE 100 Inggris bertambah 0,16% atau 14,43 poin jadi 9.142,73, sementara CAC Prancis melemah 0,14% atau 10,97 poin menjadi 7.621,04.
Musim laporan keuangan, yang sedang berlangsung, memberikan sedikit kelegaan bagi investor yang khawatir tentang dampak ketidakpastian perdagangan terhadap kinerja perusahaan.
Diageo melejit 4,9% setelah produsen minuman beralkohol terbesar di dunia itu memperkirakan penjualan yang stagnan pada 2026 meski ada tarif Amerika Serikat dan menaikkan target penghematan biaya.
Saham tersebut mendorong indeks makanan dan minuman 1,2%, menjadikannya sektor dengan kinerja terbaik sesi itu.
Produsen chip Jerman, Infineon, melambung 4,6% setelah sedikit menaikkan prospek laba setahun penuh dan mencatat dimulainya pemulihan pasar semikonduktor global meski masih ada kekhawatiran tarif.
BP mengatakan akan meninjau cara terbaik untuk mengembangkan dan memonetisasi aset produksi minyak dan gas serta mempertimbangkan lebih banyak pemangkasan biaya untuk meningkatkan return bagi pemegang saham setelah melampaui ekspektasi laba kuartal kedua, yang mendorong sahamnya melonjak 2,8%.
"Pasar belajar beradaptasi dengan realitas tarif dengan cukup baik," kata Chris Beauchamp, Kepala Analis Pasar IG Group.
Musim laporan keuangan ini adalah yang pertama kali mengungkap dampak kesehatan perusahaan dari perang dagang yang dipicu tarif Presiden AS Donald Trump. Menyusul kesepakatan perdagangan Uni Eropa-AS, analis menaikkan estimasi pertumbuhan laba kuartal kedua mereka.
Setelah kinerja yang solid di paruh pertama tahun ini, analis menyoroti bahwa sentimen terhadap saham Wall Street membaik dibandingkan Eropa, dengan STOXX 600 kini berkinerja lebih buruk daripada S&P 500.
"Kekuatan di AS kembali secara dramatis," kata Beauchamp. "Namun, kami tetap berpendapat bahwa masih banyak peluang menarik di Eropa karena terdapat perusahaan-perusahaan berkualitas baik dengan pertumbuhan laba yang masih terjaga. Eropa mungkin sedikit terpuruk, tetapi masih banyak hal yang disukai."
Ekspektasi the Fed akan menurunkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan sebelumnya menyusul data penggajian non-pertanian AS yang lemah pekan lalu juga turut mendukung sentimen global.
Saham perbankan yang sensitif terhadap suku bunga melemah 0,3% seiring dengan penurunan imbal hasil obligasi zona euro.
Smith+Nephew meroket 15,3% setelah pabrikan produk medis asal Inggris ini membukukan kenaikan laba semester pertama dan mengumumkan pembelian kembali saham senilai USD500 juta untuk sisa 2025.
Saham Novo Nordisk anjlok 2,3% setelah UBS menurunkan rating sahamnya menjadi "netral" dari "beli", dengan alasan beberapa tantangan terhadap pertumbuhan perusahaan.
Perusahaan itu diperkirakan melaporkan kinerja kuartalan pekan ini. Sahamnya ambles 32% pekan lalu setelah memangkas proyeksi 2025 dan menunjuk orang dalam sebagai CEO baru.
Sementara itu, sebuah survei menunjukkan aktivitas bisnis zona euro tumbuh sedikit lebih cepat pada Juli dibandingkan Juni, meskipun permintaan tetap rendah. (ef)

Sumber : Admin

berita terbaru
Saturday, Aug 30, 2025 - 16:43 WIB
Katanya Harga Emas Bisa Segini
Saturday, Aug 30, 2025 - 15:44 WIB
Financial Statements 2Q 2025 of OBMD
Saturday, Aug 30, 2025 - 15:39 WIB
Financial Statements 2Q 2025 of MINE
Saturday, Aug 30, 2025 - 15:36 WIB
Financial Statements 2Q 2025 of ADMR
Saturday, Aug 30, 2025 - 14:22 WIB
Harga Minyak Dunia Naik Tipis Sepanjang Pekan Ini