BBTN Targetkan Pembiayaan 20.000 Rumah Rendah Emisi pada 2026
Thursday, February 05, 2026       13:27 WIB
  • menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, meningkat dari realisasi 11.000 unit hingga akhir 2025, sebagai bagian dari penguatan portofolio green banking.
  • Program Rumah Rendah Emisi didukung kolaborasi dengan developer dan startup daur ulang plastik, serta ajang inovasi BTN Housingpreneur.
  • juga melibatkan nasabah melalui program "Bayar Angsuran-Mu Pakai Sampah-Mu", yang dapat menurunkan cicilan KPR 10-15% per bulan.

Ipotnews - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk () menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, dengan potensi peningkatan hingga 30.000 unit, guna memperkuat pembiayaan berkelanjutan. Hingga akhir 2025, BTN telah menyalurkan pembiayaan untuk 11.000 unit rumah rendah emisi di berbagai daerah.
"Harapannya, tahun ini bisa mencapai 20.000 rumah rendah emisi, kalau bisa 30.000. Sampai 2029 kami ingin membangun 150.000 unit dan hingga 2030 mencapai 200.000 unit," ujar Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, dikutip dari siaran pers yang dirilis Kamis (5/2).
Program Rumah Rendah Emisi diluncurkan pada Kuartal IV-2024 dengan target awal 1.000 unit dalam tiga bulan dan berhasil tercapai. Program ini didukung startup daur ulang plastik seperti Rebrick, Plustik, dan Green Brick yang mengolah sampah plastik rumah tangga menjadi material bangunan. "Saat ini angkanya baru 11.000 unit. Untuk mencapai jutaan, tentu dibutuhkan dukungan lebih banyak startup," kata Setiyo.
BTN mendorong perluasan ekosistem melalui ajang BTN Housingpreneur. Pada BTN Housingpreneur 2025, tercatat 1.170 submission, menghasilkan 26 pemenang dari 58 finalis. Untuk menarik lebih banyak developer, BTN menyiapkan insentif terstandarisasi, termasuk penurunan suku bunga hingga 25 basis poin. "Bunga untuk developer rumah rendah emisi sudah diturunkan dan akan kami standarisasi," ungkap Setiyo.
BTN juga melibatkan nasabah KPR lewat program "Bayar Angsuran-Mu Pakai Sampah-Mu" bersama Rekosistem, yang mampu mengurangi cicilan KPR sekitar 10-15% per bulan atau Rp100.000-150.000. "Ini lumayan untuk memberikan penghasilan tambahan bagi rumah tangga," ujar Setiyo.
Program tersebut mendapat apresiasi Ratu Belanda Queen Maxima saat kunjungannya ke Indonesia pada 26 November 2025. Direktur Commercial Banking BTN Hermita menambahkan, "Kami berharap lebih banyak nasabah KPR BTN ikut serta agar manfaat pengelolaan keuangan keluarga semakin terasa."
Atas komitmen ESG, BTN meraih ESG Rating AA dari MSCI pada 2025 dan menargetkan peningkatan porsi portofolio pembiayaan ESG menjadi 60% pada 2026, dari 52% saat ini, termasuk pembiayaan KPR bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
(Budi/AI)

Sumber : admin
An error occurred.