BBRI Optimistis Mampu Pertahankan NIM Tahun Ini di Atas Target 7,7%
Friday, August 29, 2025       16:56 WIB
  • Optimistis NIM: menargetkan NIM 2025 di kisaran 7,3%-7,7%, dengan peluang tembus di atas 7,7%, lebih tinggi dibanding rata-rata industri.
  • Kinerja Semester I-2025: Pendapatan bunga bersih naik 2,8% menjadi Rp73,27 triliun, namun laba bersih turun 11,2% menjadi Rp26,28 triliun akibat pembentukan cadangan kerugian kredit.
  • Prospek Positif: Penurunan BI Rate ke 5% dan SRBI diyakini akan mendukung pertumbuhan kredit dan likuiditas.

Ipotnews - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk () optimistis tingkat net interest margin (NIM) di 2025 bisa menembus level guidance di tahun ini yang sebesar maksimal 7,7 persen.
"Target NIM kami tahun ini sekitar 7,3 persen hingga 7,7 persen. Mungkin pada tahun ini bisa di atas 7,7 persen atau paling rendah di kisaran target atau masih relatif lebih timggi dibandingkan industri perbankan," kata Head of Investor Relations , Siaga Ridha Hutama dalam acara Emitalk, Jumat (29/8).
Mengacu pada laporan keuangan untuk periode berakhir 30 Juni 2025, pendapatan bunga bersih sebesar Rp73,27 triliun atau meningkat 2,8 persen dibandingkan dengan Semester I-2025 yang sebesar Rp71,28 triliun.
Siaga Ridha menyampaikan, per Semester I-2025 total penyaluran kredit tercatat sebesar Rp1.416,62 peren atau bertumbuh 6 persen (year-on-year). Dia menilai, pertumbuhan kredit ini terbilang lambat dibandingkan dengan target di 2025 yang berkisar 7-9 persen (y-o-y).
Lebih lanjut dia menyebutkan, pada segmen kredit mikro (konsolidasian) per Semester I-2025 terjadi pertumbuhan sebesar 1,5 persen (y-o-y), namun pada segmen mikro BRI (bank only) mengalami kontraksi hingga 3,3 persen (y-oy).
Menurut Siaga Ridha, pada tahun tahun ini meyakini bahwa rasio kredit bermasalah (NPL) bisa di bawah 3 persen, meskipun hingga akhir Juni 2025 masih tercatat 3 persen akibat terdampak dari kualitas aset di segmen mikro dan UKM. "Kami berharap credit cost tahun ini bisa 3,2 persen. Pada Semester I-2025 sebesar 3,4 persen atau menurun dari 3,5 persen pada Semester I-2024 sebesar 3,5 persen," paparnya.
Sekadar mengingatkan, laba bersih di Semester I-2025 sebesar Rp26,28 triliun atau merosot 11,2 persen (y-o-y). "Meski PPOP (pre-provision operating profit) naik 2,2 persen (menjadi Rp58,28 triliun, namun memang masih ada CKPN (Cadangan Kerugian Penurunan Nilai) yang harus kami bukukan untuk bersih-bersih kredit bermasalah sebelumnya," tutur Siaga Ridha.
Dia menilai, penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) menjadi 5 persen akan menjadi faktor positif bagi pertumbuhan kinerja di Semester II-2025. Selain itu, penurunan suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia ( SRBI ) juga akan berpengaruh positif bagi likuiditas industri perbankan.
"Kami melihat, BI sudah pro growth. Mereka fokusnya untuk mendorong pertumbuhan kredit dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Itu sinyal yang baik untuk industri, terutama buat BRI. Kalau suku bunga turun, BRI yang biasanya paling banyak mendapatkan benefit, karena BRI mayoritasnya kredit mikro," ujarnya.(Budi/AI)

Sumber : admin
An error occurred.