AI Jadi Mesin Reli, Saham Teknologi Angkat Wall Street
Saturday, September 26, 2026       07:12 WIB
  • Wall Street menguat: S&P 500 naik 0,51%, Nasdaq 0,48%, dan Dow Jones 0,93%.
  • Saham AI menjadi penggerak: Microsoft melonjak 3,7%, Qualcomm naik 4%, dan Dell menguat 5%.
  • Microsoft memperkuat Copilot: Fitur baru mencakup perangkat pemrograman dan agen AI yang selalu aktif.

Ipotnews - Wall Street ditutup menguat pada Jumat (25/9) akhir pekan ini, didorong oleh Microsoft dan saham teknologi terkait kecerdasan buatan (AI) lainnya. Namun, harga minyak yang tinggi dan lonjakan imbal hasil Treasury AS baru-baru ini membuat investor tetap waspada.
Kenaikan S&P 500 dan Nasdaq mengakhiri pekan yang volatil, yang dipicu ketidakpastian mengenai industri mana yang akan diuntungkan dan dirugikan oleh kecerdasan buatan, serta kekhawatiran terkait perang AS dengan Iran dan lonjakan imbal hasil Treasury AS.
Microsoft melonjak 3,7%, sehingga kenaikannya sepanjang 2026 mencapai 7%, setelah raksasa perangkat lunak tersebut memperkenalkan sejumlah kemampuan baru dalam aplikasi Copilot, termasuk perangkat untuk pemrograman dan agen AI yang selalu aktif.
Produsen chip Qualcomm naik 4%, sementara Dell menguat 5%. Akamai Technologies melonjak 3,2% setelah mencapai kesepakatan senilai USD11,6 miliar untuk layanan cloud dengan perusahaan AI Anthropic. Kesepakatan tersebut mencakup waran yang dapat memberikan Anthropic kepemilikan hingga 5% di Akamai.
"Hal tersebut positif dari sudut pandang bahwa orang-orang masih berinvestasi dan kesepakatan masih terus dilakukan," kata Thomas Martin, manajer portofolio senior di Globalt Investments di Atlanta. "Ini merupakan kesepakatan sirkular lainnya, jadi oke... tetapi saham Akamai naik."
Meta Platforms turun 3,3%. Saham perusahaan media sosial tersebut telah melonjak sekitar 13% sepanjang pekan di tengah sambutan positif terhadap agen AI Muse. Menurut para analis, teknologi tersebut dapat memberikan keuntungan bagi saham-saham infrastruktur teknologi, sekaligus menjadi tantangan bagi bank, platform belanja online, dan bisnis konsumen lainnya.
Indeks S&P 500 naik 0,51% menjadi 7.743 poin pada akhir perdagangan. Nasdaq menguat 0,48% menjadi 27.068 poin. Sedangkan Dow Jones Industrial Average naik 0,93% menjadi 51.828 poin.
Tujuh dari 11 indeks sektor S&P 500 menguat. Sektor teknologi informasi memimpin kenaikan dengan 0,91%, diikuti sektor industri yang naik 0,6%. Indeks S&P 500 naik 1,2% sepanjang pekan, sedangkan Nasdaq menguat 2% setelah mencatat penutupan pada level rekor pada Selasa.
S&P 500 sepanjang pekan ini diperdagangkan sedikit di bawah 19 kali estimasi laba, menjadi valuasi terendah sejak 2023, menurut data LSEG . Saham-saham berkapitalisasi besar yang terkait AI menjadi penyumbang utama kenaikan ekspektasi laba baru-baru ini.
Laporan bahwa negosiator AS dan Iran terus menjajaki jalan keluar dari perang secara bertahap, yang akan mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz oleh Teheran dan pencabutan blokade ekonomi AS terhadap Iran, turut membantu sentimen pasar.
Data juga menunjukkan belanja modal terkait AI yang kuat meningkatkan permintaan terhadap barang modal manufaktur utama, melampaui ekspektasi pada Agustus.
Harga minyak mentah Brent melemah, tetapi tetap berada di atas USD100 per barel. Imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun mencapai level tertinggi baru dalam 19 tahun dan terakhir naik 3,4 basis poin menjadi 5,196%.
Para trader memperkirakan peluang sebesar 66% bagi Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga setidaknya 25 basis poin pada Oktober, naik dari sekitar 50% pada awal pekan, menurut CME Group FedWatch Tool.
Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya telah melakukan "pertemuan yang sangat produktif" dengan Presiden Xi Jinping, setelah pertemuan tingkat tinggi selama tiga hari yang menampilkan diplomasi personal, tetapi tidak menghasilkan terobosan besar dalam hubungan ekonomi.
Penerbit majalah People Inc melonjak 11% setelah laporan menyebut MGM Resorts International tengah membahas penawaran untuk mengakuisisi perusahaan tersebut.
Volume perdagangan di bursa AS relatif rendah, dengan 14,9 miliar saham berpindah tangan, dibandingkan rata-rata 16,8 miliar saham dalam 20 sesi perdagangan sebelumnya.
Saham yang menguat di dalam indeks S&P 500 mengungguli saham yang turun dengan rasio 1,9 banding 1. Indeks S&P 500 mencatat tiga level tertinggi baru dan 31 level terendah baru, sedangkan Nasdaq mencatat 54 level tertinggi baru dan 175 level terendah baru.
(reuters)

Sumber : admin