- Rupiah bertahan di atas level 17.000 per dolar, namun tetap dalam tekanan
- Cadangan devisa turun dan surplus perdagangan menyempit
- Risiko fiskal meningkat seiring volatilitas harga minyak global
Ipotnews - Nilai tukar rupiah diperdagangkan di kisaran Rp17.070 per dolar AS pada Kamis, tertahan di atas level psikologis 17.000 untuk sesi keempat berturut-turut setelah sempat menyentuh rekor terendah sekitar 17.100.
Mata uang domestik masih berada dalam tekanan akibat penguatan indeks dolar AS, di tengah sentimen global yang tetap berhati-hati karena gencatan senjata yang rapuh antara Amerika Serikat dan Iran.
Di sisi lain, kekhawatiran terhadap ketahanan Indonesia terhadap guncangan eksternal masih berlanjut.
Cadangan devisa pada Maret turun ke level terendah dalam hampir dua tahun, sementara surplus perdagangan Februari menyempit, mengindikasikan melemahnya bantalan eksternal.
Pada saat yang sama, paparan terhadap volatilitas harga minyak global terus menjadi risiko bagi stabilitas fiskal.
Pemerintah menyatakan masih memiliki ruang untuk mengelola kenaikan biaya energi. Namun, pemerintahan Prabowo Subianto dilaporkan tengah menyesuaikan kebijakan di tengah tekanan inflasi dan kekhawatiran terhadap pasokan.
Sementara itu, Bank Indonesia tetap berfokus pada upaya meredam volatilitas pasar, alih-alih mempertahankan level nilai tukar tertentu dengan seluruh instrumen kebijakan yang tersedia.(Trading Economics)
Sumber : admin