Turun 36%, Pemulihan Penerbitan Sukuk Global Bergantung pada Keberlanjutan Gencatan Senjata AS-Iran – Fitch
Thursday, July 09, 2026       16:11 WIB
  • Fitch menilai pemulihan penerbitan sukuk global bergantung pada keberlanjutan gencatan senjata AS-Iran dan stabilitas pasar yang tercipta.
  • Penerbitan sukuk di GCC, Malaysia, Indonesia, Turki, dan Pakistan turun 36% menjadi US$125 miliar pada semester I 2026 akibat volatilitas dan kenaikan yield.
  • Fitch memperkirakan penerbitan sukuk Indonesia tetap kuat dalam jangka pendek karena tingginya kebutuhan pendanaan pemerintah.

Ipotnews - Pemulihan penerbitan sukuk global akan bergantung pada keberlanjutan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, serta stabilitas yang dihasilkan dari kesepakatan tersebut.
Dalam laporan terbarunya Fitch Ratings menyatakan bahwa meningkatnya stabilitas berpotensi menciptakan kondisi pendanaan yang lebih baik. Sementara itu, rencana pendanaan para penerbit dan arah alokasi investasi para investor akan menjadi faktor penentu laju pemulihan pasar sukuk.
Kepala Global Keuangan Syariah Fitch, Bashar Al Natoor, mengatakan bahwa penerbitan sukuk global pada 2026 diperkirakan akan lebih lemah dibandingkan 2025.
Fitch mencatat penerbitan sukuk di negara-negara Gulf Cooperation Council (GCC), Malaysia, Indonesia, Turki, dan Pakistan turun 36% pada semester pertama menjadi USD125 miliar. Penurunan ini terutama akibat tingginya volatilitas pasar dan meningkatnya imbal hasil (yield).
Lembaga pemeringkat tersebut juga menyatakan belum mencatat adanya kasus gagal bayar ( default ) sukuk sejak 2021, sementara sekitar 80% sukuk yang diperingkatnya masih berada pada kategori investment grade.
Meski demikian, porsi penerbit yang memiliki prospek (outlook) stabil turun menjadi 80% pada semester pertama 2026, kata Al Natoor, seperti dikutip laman MT Newswires, Kamis (9/7).
Untuk Indonesia, Fitch memperkirakan penerbitan sukuk akan tetap kuat dalam jangka pendek seiring masih besarnya kebutuhan pendanaan pemerintah. Sebaliknya, penurunan utang pemerintah diperkirakan dapat mempersempit penerbitan sukuk di Malaysia.
Fitch juga memperkirakan gambaran yang lebih jelas mengenai dinamika pasar sukuk akan terlihat setelah berakhirnya libur musim panas di pasar-pasar utama sukuk. (MT Newswires /AI)

Sumber : admin