- Presiden AS Donald Trump berencana menggelontorkan hampir US$700 juta untuk mendukung pembangkit dan fasilitas batu bara melalui kewenangan darurat pertahanan nasional.
- Dana akan digunakan untuk meningkatkan 13 pembangkit listrik tenaga batu bara, membangun terminal ekspor batu bara besar di Pantai Barat, serta mendukung pembangunan fasilitas baru.
- Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah AS untuk menjamin pasokan energi bagi pusat data kecerdasan buatan (AI) dan memperkuat ketahanan energi nasional.
Ipotnews - Presiden Amerika Serikat Donald Trump berencana menggunakan kewenangan pertahanan nasional era Perang Dingin untuk mengalokasikan hampir US$700 juta guna mendukung industri batu bara, menurut seorang pejabat Gedung Putih.
Trump diperkirakan dapat mengumumkan kebijakan tersebut paling cepat pada Kamis waktu setempat dengan mengaktifkan Defense Production Act (DPA), undang-undang tahun 1950 yang memberikan presiden kewenangan luas untuk mendukung industri yang dianggap penting bagi keamanan nasional.
Berdasarkan rencana tersebut, dana pemerintah akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi lebih dari selusin pembangkit listrik tenaga batu bara, membangun terminal ekspor batu bara berskala besar di Pantai Barat Amerika Serikat, serta memberikan dana pendamping bagi perusahaan yang membangun pembangkit listrik baru.
Pejabat yang mengetahui rencana tersebut menyebutkan rincian kebijakan masih dapat berubah sebelum pengumuman resmi dilakukan.
Pemerintahan Trump memandang isu energi sebagai faktor strategis yang krusial, terutama untuk memenuhi kebutuhan listrik yang terus meningkat dari pusat data kecerdasan buatan (AI) di dalam negeri. Selain itu, Washington juga berupaya mengurangi ketergantungan terhadap negara-negara pesaing yang memiliki cadangan energi fosil besar.
Meski demikian, penggunaan batu bara di Amerika Serikat terus mengalami penurunan dalam beberapa dekade terakhir. Data U.S. Energy Information Administration menunjukkan bahwa batu bara yang sebelumnya menyumbang lebih dari separuh produksi listrik nasional kini hanya menyumbang kurang dari 20%.
Banyak perusahaan utilitas beralih ke gas alam dan energi terbarukan yang dinilai lebih murah dan lebih ramah lingkungan, seiring meningkatnya perhatian terhadap dampak emisi karbon terhadap perubahan iklim.
Dari total anggaran hampir US$700 juta tersebut, lebih dari separuh akan dialokasikan untuk peningkatan fasilitas di 13 pembangkit listrik tenaga batu bara. Sekitar US$185 juta akan digunakan sebagai dana pendamping investasi swasta untuk proyek batu bara di Alaska, Maryland, dan West Virginia.
Sementara itu, sekitar US$75 juta akan dialokasikan untuk mendukung pembangunan West Gateway Export Terminal di California Utara, sebuah proyek terminal ekspor batu bara yang telah lama direncanakan namun belum terealisasi. Kebijakan ini menandai langkah terbaru pemerintahan Trump dalam mendorong kebangkitan industri batu bara di tengah dominasi gas alam dan energi terbarukan dalam bauran energi Amerika Serikat.(Reuters)
Sumber : Admin