- Minyak merosot 1,7% karena ekspektasi pasokan Timur Tengah normal.
- Blokade Selat Hormuz tetap, ketegangan masih ada.
- Stok minyak, bensin, dan distilat AS menurun.
Ipotnews - Harga minyak melanjutkan penurunan untuk hari kedua, Rabu, seiring ekspektasi bahwa pasokan yang tertahan dari kawasan penghasil utama Timur Tengah dapat kembali mengalir setelah Presiden AS Donald Trump memberi sinyal kemungkinan tercapainya kesepakatan perdamaian untuk mengakhiri perang dengan Iran.
Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, merosot USD1,77 atau 1,61% menjadi USD108,10 per barel pada pukul 14.25 WIB, setelah sebelumnya jatuh 4%, demikian laporan Reuters dan Bloomberg, di Singapura, Rabu (6/5).
Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), menyusut USD1,78 atau 1,74% menjadi USD100,49 per barel, setelah kehilangan 3,9% sehari sebelumnya.
Selasa, Trump secara tak terduga menyatakan akan menghentikan sementara operasi pengawalan kapal melalui Selat Hormuz, mengutip kemajuan menuju kesepakatan komprehensif dengan Iran, tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Teheran tidak memberikan respons langsung.
"Ini menandakan potensi meredanya ketegangan dan meningkatkan harapan bagi pelepasan kapal-kapal yang tertahan di Teluk, yang secara bertahap dapat mengembalikan pasokan ke pasar," kata Anh Pham, analis LSEG .
Pham menambahkan, harga tetap tinggi karena prospek kesepakatan perdamaian masih belum pasti, dan meski kesepakatan tercapai, dibutuhkan waktu untuk mengembalikan aliran perdagangan sepenuhnya.
Trump menegaskan Angkatan Laut Amerika akan tetap melanjutkan blokade pelabuhan Iran. Kehilangan pasokan ini mendorong harga minyak global naik, dengan Brent mencatat level tertinggi sejak Maret 2022 pekan lalu.
"Kami sepakat, kendati blokade akan tetap berlaku penuh, Project Freedom...akan dihentikan sementara untuk melihat apakah kesepakatan dapat diselesaikan dan ditandatangani," tulis Trump di media sosial.
Pengumuman ini muncul hanya beberapa jam setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memberi pengarahan terkait upaya itu, Minggu, untuk mengawal kapal tanker yang tertahan melalui selat tersebut. Senin, militer Amerika melaporkan telah menghancurkan beberapa kapal kecil Iran, serta rudal jelajah dan drone, sambil mengawal dua kapal keluar dari Teluk.
Penutupan Selat Hormuz menurunkan persediaan global, karena kilang berusaha menutupi kekurangan produksi.
Inventaris minyak mentah AS turun untuk minggu ketiga berturut-turut, sementara stok bensin dan distilat juga melorot, menurut sumber pasar yang mengutip data American Petroleum Institute.
Dalam pekan yang berakhir 1 Mei, persediaan minyak mentah merosot 8,1 juta barel, persediaan bensin susut 6,1 juta barel, dan persediaan distilat berkurang 4,6 juta barel dibanding minggu sebelumnya. (Reuters/Bloomberg/AI)
Sumber : Admin