- Implementasi MLFF masih dalam tahap pra-uji coba ( functional test ) sebelum uji coba luas.
- Pemerintah menekankan kesiapan teknologi, pengguna, dan ekosistem sebagai faktor utama keberhasilan.
- Sosialisasi dan adaptasi perilaku masyarakat menjadi kunci agar sistem berjalan optimal.
Ipotnews - Pemerintah menegaskan bahwa penerapan sistem transaksi tol nirsentuh atau Multi Lane Free Flow ( MLFF ) masih berada pada tahap pra-uji coba, yang mencakup functional test , sebelum masuk ke fase uji coba secara luas.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol ( BPJT ) Wilan Oktavian menekankan bahwa pengembangan MLFF bukan sekadar penerapan teknologi, melainkan transformasi menyeluruh sistem layanan jalan tol nasional.
"Karena itu, setiap tahapan harus dilakukan secara hati-hati agar sistem berjalan optimal dan tidak menimbulkan risiko di lapangan," ujar Wilan dalam keterangannya, Jumat (17/4).
Ia menambahkan bahwa saat ini pengembangan masih berada pada tahap awal. Tahapan ini penting untuk memastikan kesiapan sistem sebelum masuk ke fase uji coba dan evaluasi secara menyeluruh. Selain kesiapan teknologi, pemerintah menilai faktor pengguna menjadi kunci keberhasilan.
"Adopsi sistem baru membutuhkan kesiapan perilaku. Oleh karena itu, perlu disiapkan proses adaptasi dan sosialisasi agar masyarakat dapat menggunakan sistem ini dengan baik," tambah Wilan.
Pemerintah juga menyoroti pentingnya kesiapan ekosistem, termasuk koordinasi dengan Badan Usaha Pelaksana MLFF dan pemangku kepentingan terkait, agar regulasi, integrasi sistem, keamanan data, serta dukungan operasional berjalan selaras.
Dengan pendekatan bertahap, MLFF diharapkan mampu meningkatkan kelancaran lalu lintas, efisiensi perjalanan, serta kualitas layanan jalan tol secara berkelanjutan. (Marjudin/ AI)
Sumber : Admin