Tingkatkan Kapasitas Terpasang, PGEO Catat Rekor Produksi Tertinggi Sepanjang Masa
Wednesday, March 11, 2026       14:07 WIB
  • Produksi listrik 2025 tembus 5.095 GWh, rekor tertinggi sepanjang masa.
  • Kapasitas terpasang naik menjadi 727 MW berkat PLTP Lumut Balai Unit 2.
  • Empat proyek strategis senilai USD1,09 miliar siap menambah 215 MW kapasitas rendah emisi

Ipotnews - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk () mencatatkan capaian produksi listrik tertinggi sepanjang sejarah pada 2025 yang menembus angka 5.095 gigawatt hour (GWh) atau naik 5,55 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan ini sekaligus menegaskan konsistensi perseroan dalam meningkatkan kapasitas terpasang dan memperkuat posisi sebagai produsen panas bumi terdepan.
Direktur Operasi , Andi Joko Nugroho menegaskan bahwa pencapaian tersebut tidak lepas dari tambahan kapasitas 55 MW dari PLTP Lumut Balai Unit 2 yang beroperasi komersial sejak Juni 2025.Hal ini juga didukung oleh realisasi faktor beban yang lebih tinggi serta tambahan kapasitas terpasang.
Dengan tambahan itu, kapasitas terpasang perseroan kini naik menjadi 727 MW dari sebelumnya 672 MW.
"Ke depan, kami terus melakukan optimalisasi aset eksisting, mendorong ekspansi bisnis, sekaligus mengembangkan  future revenue streams ," ujar Andi dalam keterangannya, Rabu (11/3).
Semengara itu Direktur Utama , Ahmad Yani menambahkan bahwa target produksi 2026 diproyeksikan kembali mencetak rekor baru. Ia menegaskan bahwa perseroanakan semakin memantapkan langkahnya untuk menjadi world leading geothermal producer .
"Kami optimistis produksi listrik dapat mencapai sekitar 5.255 GWh, didukung oleh inovasi dan peningkatan kinerja operasional," jelasnya.
Selain itu, kontribusi produksi terbesar berasal dari Kamojang (1.806 GWh), Ulubelu (1.617 GWh), Lahendong (849 GWh), Lumut Balai (714 GWh), dan Karaha (109 GWh). Tingkat reliabilitas sistem tetap tinggi dengan  availability factor  98,93 persen dan outage hanya 0,41 persen.
"Ke depan, Perseroan akan terus meningkatkan produksi melalui pengelolaan pembangkit yang semakin andal dan efisien," katanya.
Dari sisi pengembangan, Direktur Eksplorasi dan Pengembangan Edwil Suzandi menyoroti empat proyek strategis yang masuk dalam Blue Book 2025-2029 Bappenas dengan nilai investasi lebih dari USD1,09 miliar.
"Realisasi proyek ini akan menambah 215 MW kapasitas listrik rendah emisi mulai 2029 hingga 2032. Hal ini mempertegas komitmen PGE dalam mengembangkan potensi 3 GW panas bumi yang dimiliki," tutupnya. (Marjudin/ AI)

Sumber : admin
An error occurred.