Tiga Faktor Ini Jadi Penentu Keberlanjutan Tren Kenaikan IHSG...
Tuesday, July 21, 2026       10:47 WIB
  • Arus asing konsisten menjadi syarat utama IHSG bertahan di zona hijau.
  • Emiten perbankan & energi menjadi penopang utama pergerakan indeks.
  • Support teknikal di level 6.191 harus terjaga agar tren penguatan tidak berubah menjadi tekanan jual.

Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) mulai menunjukkan potensi pergerakan positif dengan dukungan sejumlah faktor fundamental dan teknikal. Optimisme pasar terlihat dari meningkatnya minat investor terhadap saham-saham unggulan, namun keberlanjutan tren penguatan masih bergantung pada konsistensi arus dana asing, stabilitas rupiah, serta kinerja emiten pada kuartal II 2026.
"Jika ketiga faktor tersebut mampu terjaga, peluang IHSG melanjutkan fase pemulihan akan semakin besar," ulas Founder Republik Investor, Hendra Wardana dalam keterangannya, Selasa (21/7).
Ia menilai bahwa arah IHSG memiliki peluang bertahan di zona hijau, tapi syarat utamanya adalah arus dana asing harus konsisten masuk. Dengan valuasi IHSG yang relatif lebih menarik dibandingkan beberapa pasar regional, Indonesia berpotensi menjadi salah satu tujuan aliran modal asing apabila kondisi makroekonomi domestik tetap terjaga.
Hendra menambahkan terdapat beberapa emiten besar menjadi penopang utama pergerakan indeks, terutama sektor perbankan seperti , , dan , yang kembali mencatatkan akumulasi transaksi dalam sesi perdagangan terakhir.
Selain itu, saham konglomerasi dan energi turut menopang penguatan berkat dukungan harga minyak dunia yang tinggi. Rotasi sektor menjelang laporan keuangan kuartal II juga memberi sentimen positif bagi pasar.
Dari sisi teknikal, IHSG memiliki ruang untuk menguji level resistance di area 6.300. Namun, support penting di level 6.191 harus tetap dijaga agar tren penguatan tidak berubah menjadi tekanan jual. Kondisi ini menegaskan bahwa pasar masih berada dalam fase pemulihan namun cukup rentan.
" IHSG masih berpotensi berlanjut (menguat) namun ruang kenaikannya diperkirakan relatif terbatas dengan target menguji area 6.300, sementara level 6.191 menjadi support penting yang harus dipertahankan," katanya.
Secara garis besar, IHSG mulai bergerak menguat sejak awal Juli 2026, setelah mencapai titik terendah pada akhir Juni 2026. Penguatan berlanjut sepanjang Juli didorong oleh membaiknya sentimen domestik dan global, termasuk penguatan rupiah serta dipertahankannya peringkat kredit Indonesia oleh S&P Global Ratings.(Marjudin/AI)

Sumber : Admin
An error occurred.