Tembaga Menguat, Terkatrol Data Ekonomi AS dan Prospek Permintaan China
Friday, July 18, 2025       14:58 WIB

Ipotnews - Tembaga berjangka London dan Shanghai menanjak, Jumat, didukung data ekonomi Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan, dan ekspektasi peningkatan pembelian dari konsumen utama China setelah kejatuhan harga baru-baru ini.
Harga tembaga untuk kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange naik 0,36% menjadi USD9.701,5 per metrik ton pada pukul 14.00 WIB, menguat 0,49% sejauh minggu ini, demikian laporan  Reuters,  di Singapura, Jumat (18/7).
Sementara, kontrak tembaga yang paling aktif diperdagangkan di Shanghai Futures Exchange meningkat 0,65% menjadi 78.410 yuan (USD10.922,74) per ton, tetapi sejauh pekan ini tercatat 0,28% lebih rendah.
"Data ekonomi Amerika cukup menggembirakan, meningkatkan harapan akan permintaan tembaga yang lebih baik dan menurunkan kemungkinan pemotongan suku bunga segera," kata seorang analis logam yang berbasis di Beijing.
Penjualan ritel AS meningkat 0,6% sepanjang Juni setelah penurunan 0,9% yang tidak direvisi pada Mei, sementara jumlah warga Amerika yang mengajukan aplikasi baru untuk tunjangan pengangguran turun minggu lalu, menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja yang stabil sejauh bulan ini.
"Stok tembaga LME meningkat, terutama di gudang-gudangnya di Asia karena beberapa trader mungkin berspekulasi pada lebih banyak pembelian oleh China dengan kejatuhan harga baru-baru ini, masih belum pasti apakah ini akan terwujud dan seberapa besar," kata analis logam yang berbasis di Shanghai.
Total stok tembaga di gudang-gudang yang terdaftar di LME melambung 34,8% sejak akhir Juni menjadi 122.150 ton hingga Kamis, dengan lonjakan terutama di gudang-gudang Asia, seperti di Gwangyang dan Taiwan.
Fokus juga tertuju pada tarif Amerika yang akan diberlakukan menjelang batas waktu 1 Agustus dan pada detail pungutan impor 50% untuk tembaga.
Logam dasar lainnya di kompleks LME, timah naik 0,68% menjadi USD33.240 per ton, seng (zinc) menguat 0,42% jadi USD2.748,5, timbal (lead) meningkat 0,2% ke posisi USD1.977, aluminium bertambah 0,19% menjadi USD2.583, dan nikel naik 0,09% ke level USD15.110.
Di bursa berjangka Shanghai, timah melonjak 1,07% menjadi 264.540 yuan per ton, seng melesat 1% jadi 22.300 yuan, nikel naik 0,73% ke level 120.500 yuan, dan aluminium menguat 0,42% ke posisi 20.510 yuan. Timah turun 0,3% menjadi 16.820 yuan. (ef)

Sumber : Admin