Tembaga Cetak Rekor Baru Didukung Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga AS
Monday, December 08, 2025       14:58 WIB
  • Harga tembaga mencapai rekor tertinggi, dipicu ekspektasi pemangkasan suku bunga the Fed dan ketatnya pasokan.
  • Pasokan tembaga menurun: stok SHFE merosot 9,22% dan gangguan di pertambangan memperburuk situasi.
  • Citi prediksi harga tembaga terus menguat, mencapai USD13.000/ton pada kuartal kedua 2026.

Ipotnews - Harga tembaga mencatat rekor tertinggi, Senin, didorong ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve serta prospek ketatnya pasokan.
Kontrak tembaga paling aktif di Shanghai Futures Exchange ( SHFE ) ditutup melonjak 1,54% menjadi 92.970 yuan (USD13.152,91) per metrik ton pada perdagangan siang.
Harga tembaga di Shanghai sempat mencatat level tertinggi sepanjang masa 93.300 yuan pada sesi tersebut.
Sementara itu, kontrak acuan tembaga tiga bulan di London Metal Exchange (LME) menguat 0,79% menjadi USD11.712 per ton pada pukul 14.00 WIB, setelah menyentuh puncak USD11.771 per ton di awal sesi, demikian laporan  Reuters,  di Shanghai, Senin (8/12).
Pasar saat ini memperhitungkan pemangkasan suku bunga the Fed sebesar 25 basis poin, Rabu, dengan jajak pendapat  Reuters  terhadap 108 analis menunjukkan hanya 19 yang memprediksi suku bunga akan dipertahankan.
Penurunan pasokan turut menopang harga tembaga di Asia. Data SHFE memperlihatkan stok tembaga deliverable merosot 9,22% pada akhir pekan lalu--penyusutan minggu kedua berturut-turut.
Di LME, terjadi pembatalan stok tembaga yang tersedia atau "on warrant" pada minggu lalu.
Di sisi lain, persediaan tembaga di Comex Amerika Serikat terus meningkat setelah mencapai rekor tertinggi akhir November, menjadi 396.306 metrik ton, Jumat lalu.
Penguatan harga tembaga dianggap berasal dari ketidakseimbangan struktural antara pasokan dan stok yang tersedia, di mana premi Comex-LME yang persisten telah mengalihkan tembaga ke Amerika, sehingga memperketat pasokan di kawasan lain, menurut analis broker China, GF.
Kekhawatiran pasokan juga diperkuat oleh gangguan di pertambangan serta kesepakatan produsen besar China untuk memangkas output hingga 10%.
Analis Citi memproyeksikan harga tembaga akan terus menguat hingga tahun depan dan rata-rata mencapai USD13.000 per ton pada kuartal kedua 2026, naik dari perkiraan sebelumnya USD12.000 per ton.
Mayoritas logam dasar lain juga mencatat kenaikan pada sesi Senin. Di kompleks LME, aluminium naik 0,57%, seng (zinc) melonjak 0,82%, timah menguat 0,72%, timbal (lead) meningkat 0,45%, dan nikel menjadi satu-satunya logam yang melemah, turun 0,17%.
Di bursa berjangka Shanghai, aluminium naik 0,27%, seng melesat 0,98%, timbal bertambah 0,23%, dan timah menguat 0,36%. (Reuters/AI)

Sumber : Admin