- IHSG dibuka turun ke level 5.919 dan semakin tertekan 1,30% ke 5.863, dengan mayoritas emiten berada di zona merah
- Tekanan muncul dari outlook negatif Moody's terhadap DIM, pelemahan rupiah menembus Rp18.000 per USD, serta tensi geopolitik Iran-AS.
- Analis IPOT merekomendasikan (Buy on breakout), (Buy), dan (Buy on pullback) di tengah tekanan pasar.
Ipotnews - IHSG pada pagi ini, Kamis (4/6) melanjutkan sesi pelemahannya dengan dibuka di level 6.919 atau turun 22 poin dari sesi penutupan perdagangan kemarin yang ambruk 4,11 persen ke level 5.941, level terendah sejak
Kemudian pada pukul 09.06 WIB, indeks semakin melemah 1,30 persen atau 77 poin ke level 5.863. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 5.924 dan terendah di level 5.849 yang tetap terkurung di zona merah.
Sebanyak 115 emiten yang bergerak menguat, 448 emiten melemah dan 396 emiten stabil. Frekuensi transaksi mencapai 167,2 ribu kali dengan nilai Rp1,37 triliun serta kapitalisasi pasar mencapai Rp10,29 triliun.
Seluruh sektor melemah yaitu konsumer primer -0,04 persen menjadi 899, keuangan -1,31 persen menjadi 1.250, kesehatan -1,33 persen ke level 1.410, transportasi -0,44 persen menjadi 1.672, teknologi -1 persen menjadi 6.616.
Selanjutnya, konsumer non primer -1,70 persen menjadi 631, sektor infrastruktur -2,14 persen menjadi 1.786, properti -1,74 persen menjadi 74, industri -2,07 persen menjadi 1.551, bahan baku -2,46 persen menjadi 1.489 dan energi -1,65 persen ke level 2.746.
Mengulas perkembangan bursa komoditas terakhir, harga minyak dunia kembali menguat 8 persen ke level USD96,02 per barel, sementara batubara naik 3,75 persen menjadi USD146,6 per metrik ton. Di sisi lain, emas terkoreksi 1,21 persen menjadi USD4.434,46 per troy ounce. Dinamika komoditas ini menjadi salah satu faktor yang memengaruhi sentimen pasar saham Indonesia.
Imam Gunadi, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas ( IPOT ) menjelaskan bahwa sentimen pasar yang negatif khususnya IHSG dipicu oleh pandangan Moody's Rating yang memberikan penilaian negatif terhadap PT Danantara Investment Management (DIM).
"Ini menjadi gambaran bahwa DIM sebagai lembaga investasi di bawah Danantara akan memberikan pandangan negatif juga secara tidak langsung terhadap underlying dari DIM itu sediri," kata Imam dalam IPOT Live via IG.
Selain itu tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang telah menembus level Rp18.000an per dolar USD. Dengan pelemahan yang semakin dalam akan membuat potensi inflasi kedepan semakin tinggi karena beberapa komoditas strategis seperti minyak masih bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan harian.
Kemudian faktor eksternal yang masih terjadi seperti peningkatan tensi geopolitik antara Iran Vs AS juga menjadi faktor pelemahan sentimen global termasuk Indonesia. Di tengah dinamika yang terjadi, ia merekomendasikan tiga saham berikut, yaitu :
- Buy on breakout Entry: 1.510 Target: 1.590 Stop loss: 1.470
- Buy Entry: 505 Target: 545 Stop loss: 486
- Buy on pullback Entry: 21.750 - 21.925 Target: 23.100 Stop loss: 21.075.
(Marjudin/ AI)
Sumber : Admin