- Nilai pasar global real estate diperkirakan mencapai USD33,6 triliun pada 2030 ( CAGR 5,9%), mendorong optimistis terhadap prospek industri properti global dan nasional.
- melihat peluang pertumbuhan di pasar domestik, ditopang PPN DTP, urbanisasi, dan meningkatnya minat pada properti komersial/mixed-use, meski hingga Kuartal III-2025 perusahaan masih mencatat rugi bersih Rp17,03 miliar.
- Perseroan fokus pada proyek landed house , melanjutkan pembangunan District East dan merancang cluster Eastwood, sembari mengevaluasi opsi aksi korporasi untuk pertumbuhan jangka panjang.
Ipotnews - Nilai pasar global real estate diproyeksikan melesat hingga USD 33,6 triliun pada 2030, naik dari USD 22,6 triliun pada 2024 dengan pertumbuhan tahunan ( CAGR ) sekitar 5,9%.
Dengan tren positif tersebut, emiten properti PT Trinitas Dinamik Tbk () optimististerhadapoutlook industri properperti baik dalam lingkup global maupun nasional dalam beberapa tahun mendatang.
Manajemen dalam Paparan Publik Tahunan yang digelar Rabu (3/12) mengungkapkan proyeksi optimisme tersebut didukung kebijakan pemerintah, dinamika pasar properti global, serta strategi bisnis perseroan yang terus beradaptasi. Paparan tersebut disampaikan melalui Keterbukaan Informasi di laman resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/12).
menilai pasar properti Indonesia turut berpeluang tumbuh berkat dukungan kebijakan PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) serta meningkatnya urbanisasi. Permintaan properti kini tak hanya terfokus pada hunian, tetapi juga sektor komersial, mixed-use , dan properti multifungsi yang diperkirakan kian diminati.
Hingga kuartal III-2025, membukukan pendapatan Rp35,81 miliar. Perseroan masih mencatat rugi bersih Rp17,03 miliar, namun marketing revenue tercatat meningkat tipis 1% menjadi Rp91,69 miliar. Untuk memperkuat profitabilitas, menjalankan efisiensi biaya, optimalisasi internal, serta percepatan pembangunan proyek.
Saat ini fokus pada pengembangan proyek landed house setelah sebelumnya banyak menggarap proyek high-rise . Perseroan telah menyelesaikan Springwood Residence dan The Smith, sementara pembangunan District East tengah berjalan. Proyek cluster Eastwood di kawasan District East juga memasuki tahap cut and fill serta perancangan konstruksi.
Terkait aksi korporasi, manajemen menyebut masih mengevaluasi berbagai opsi yang berpotensi mendorong pertumbuhan jangka panjang. "Detail aksi korporasi akan disampaikan setelah mendapat keputusan final dan sesuai ketentuan keterbukaan informasi," tulis manajemen .
Turut hadir dalam paparan publik tersebut jajaran direksi dan manajemen , antara lain Direktur Utama Yohanes Eddy Christianto, Direktur Chandra, Direktur Septian Starlin, Corporate Secretary Rautsan Fikri Ray Farandy, serta Komisaris Kevin Jong dan perwakilan manajemen Johannes L. Andyaprana. (Adhitya/AI)
Sumber : admin