Strategi MDIY Atasi Fenomena Rojali
Friday, August 01, 2025       20:47 WIB

JAKARTA, investor.id -PT Daya Intiguna Yasa Tbk () atau Mr. DIY Indonesia menyiapkan strategi untuk memperkuat kinerja pada semester II-2025. Meski menghadapi tantangan makroekonomi dan perubahan perilaku belanja konsumen seperti munculnya fenomena rombongan jarang beli (rojali), kinerja operasional tetap tetap solid. Menatap paruh kedua, fokus pada efisiensi, ekspansi, dan penguatan proposisi nilai hemat.
 Chief Financial Officer MR DIY Indonesia, Rika Juniaty Tanzil, menyampaikan bahwa saat ini konsumen lebih selektif dan menuntut nilai yang lebih dari setiap pembelian. "Kami melihat, adanya pergeseran perilaku belanja termasuk fenomena Rojali. Namun, ini bukan berarti konsumen berhenti berbelanja, melainkan lebih bijak dalam menentukan prioritas," ujar Rika dalam temu media, Jumat (1/8/2025).
Untuk menjawab tantangan tersebut, emiten ritel inibersiasat di semester II dengan fokus melakukan kampanye tematik dan memberikan harga penawaran yang kompetitif. Kampanye "Hemat Mat Mat" menjadi ujung tombak dengan beberapa program unggulan seperti Super Hemat, penempatan produk berharga hemat di area strategis toko.
Kemudian, Tebus Super Hemat, yaitu program with purchase untuk produk esensial. Program unggulan terakhir adalah Inspirasi Ada Aja Idenya berupa kampanye memperkuat relevansi merek dan meningkatkan top of mind awareness. Di luar itu, juga menerapkan penurunan harga hingga 33% untuk sejumlah produk serta memperketat pengelolaan stok agar lebih efisien dan responsif terhadap permintaan.
Pada semester I-2025, Mr. DIY mencatatkan pendapatan sebesar Rp 3,7 triliun, tumbuh 16,5% secara tahunan (year-on-year/yoy). Meski demikian, laba bersih turun 5% menjadi Rp 507,4 miliar dari Rp 534,2 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Penurunan tersebut disebabkan oleh investasi jangka panjang khususnya dalam ekspansi jaringan toko dan infrastruktur distribusi. "Laba bersih secara normalized tetap menunjukkan pertumbuhan. Investasi kami bersifat strategis untuk menjangkau pasar yang belum terpenetrasi secara optimal," jelas Rika.
Margin laba bersih juga masih terjaga di level 13,6%, sementara jumlah transaksi naik 11,6% yoy menjadi 47,6 juta transaksi. Arus kas operasional turut meningkat signifikan sebesar 167% menjadi Rp533 miliar, mencerminkan likuiditas yang sehat dan pengelolaan keuangan yang disiplin.
Saat ini, menjalankan ekspansi pembukaan 270 toko baru di 2025, dengan total belanja modal sekitar Rp 400 miliar untuk 128 toko pertama. Sumber pendanaan berasal dari hasil IPO, arus kas operasional, serta fasilitas pinjaman bank yang tersedia secara standby. Biaya investasi per toko diperkirakan berkisar Rp 2,5-3 miliar, mencakup renovasi dan inventaris.
Dari sisi neraca, Mr. DIY mencatatkan total aset sebesar Rp6,72 triliun per 30 Juni 2025. Total liabilitas tercatat sebesar Rp3,12 triliun dan ekuitas mencapai Rp3,59 triliun. Struktur keuangan yang kuat menjadi fondasi utama perusahaan dalam mempertahankan kinerja jangka panjang dan mendukung strategi ekspansi nasional.
Pangsa pasar (market share) Mr. DIY kini masih berada di bawah 2% untuk 10 kategori produk ritel modern yang dilayani, yang menandakan potensi pertumbuhan yang besar. Kontributor terbesar terhadap pendapatan berasal dari kategori peralatan rumah tangga, yang menjadi fokus utama konsumen.
"Kami optimistis, strategi semester II ini akan memperkuat daya saing dan memperluas jangkauan kami di pasar nasional. Dengan proposisi nilai yang relevan, investasi yang tepat sasaran, serta pendekatan operasional yang efisien, kami tetap percaya diri untuk mencatatkan pertumbuhan berkelanjutan sepanjang 2025," tutup Rika.

Sumber : investor.id

berita terbaru
Friday, Apr 17, 2026 - 12:22 WIB
Perubahan Kepemilikan Saham AKPI, Jual
Friday, Apr 17, 2026 - 12:21 WIB
Perubahan Kepemilikan Saham CASH, Beli
Friday, Apr 17, 2026 - 12:19 WIB
Perubahan Kepemilikan Saham YOII, Jual
Friday, Apr 17, 2026 - 12:17 WIB
Perubahan Kepemilikan Saham STTP, Beli
Friday, Apr 17, 2026 - 11:10 WIB
Angka Transaksi Saham DADA Meroket
Friday, Apr 17, 2026 - 10:55 WIB
Perubahan Kepemilikan Saham NSSS, Jual
An error occurred.