-
Strategi Diversifikasi Bakal Genjot Pertumbuhan PSAT
Wednesday, June 17, 2026 19:49 WIB
JAKARTA, investor.id- PT Pancaran Samudera Transport Tbk () menjadikan diversifikasi bisnis sebagai strategi utama untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan pada 2026.
Emiten jasa transportasi laut yang fokus melayani sektor pertambangan tersebut akan memperluas jenis komoditas yang diangkut, memperluas wilayah pengiriman, serta mengembangkan kerja sama dengan pelanggan baru guna memperkuat kinerja di tengah dinamika industri pelayaran.
Direktur Keuangan , Wendi Arifin mengatakan, strategi diversifikasi menjadi langkah penting bagi perseroan untuk mengurangi ketergantungan terhadap segmen tertentu sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru di tengah kondisi pasar yang masih penuh tantangan.
"Tahun 2026, perseroan akan memperkuat pertumbuhan melalui diversifikasi komoditas, perluasan wilayah pengiriman, dan pengembangan kerja sama dengan pelanggan baru," ujar Wendi dalam paparan publik di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Selain memperluas basis bisnis, perseroan juga akan meningkatkan kualitas layanan melalui penerapan customer relationship management (CRM), digitalisasi operasional, efisiensi penggunaan sumber daya, serta penguatan tata kelola perusahaan yang baik ( good corporate governance /GCG).
Langkah tersebut diambil setelah perseroan berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan sepanjang 2025 meskipun industri pelayaran menghadapi tekanan akibat ketidakpastian ekonomi global dan domestik.
mencatat pendapatan usaha sebesar Rp 1,07 triliun pada 2025, meningkat sekitar 9,9% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 980 miliar. Kinerja tersebut menunjukkan permintaan terhadap jasa transportasi laut perseroan tetap terjaga, terutama dari sektor pertambangan yang menjadi basis utama bisnis perusahaan.
"Sepanjang tahun 2025, perseroan menghadapi dinamika industri yang cukup menantang, baik dari kondisi ekonomi global maupun domestik. Namun demikian, perseroan tetap mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan sekitar 9,9% dibandingkan tahun sebelumnya," kata Wendi.
Menurutnya, peningkatan pendapatan mencerminkan aktivitas operasional yang tetap solid di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi. Namun, pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya mampu mengimbangi kenaikan biaya operasional yang terjadi sepanjang tahun lalu.
Perseroan menghadapi tekanan biaya akibat kenaikan harga bahan bakar serta penggunaan kapal sewa jangka pendek untuk menjaga kesinambungan layanan kepada pelanggan. Kondisi tersebut menyebabkan laba bersih terkoreksi menjadi Rp 23 miliar pada 2025 dibandingkan Rp 242 miliar pada tahun sebelumnya.
Meski demikian, manajemen menilai langkah penggunaan kapal sewa merupakan keputusan strategis untuk menjaga kualitas layanan dan mempertahankan hubungan jangka panjang dengan pelanggan.
"Langkah tersebut merupakan investasi operasional yang diperlukan untuk menjaga stabilitas layanan, mempertahankan hubungan dengan pelanggan, serta memastikan kesiapan perseroan dalam menangkap peluang pertumbuhan di masa mendatang," ujar Wendi.
Di sisi lain, perseroan terus memperkuat kapasitas operasional melalui penambahan armada. Total aset meningkat 12% menjadi Rp 1,69 triliun pada 2025 dari Rp 1,5 triliun pada tahun sebelumnya.
Peningkatan aset tersebut terutama berasal dari penambahan aset tetap berupa kapal yang dilakukan sebagai bagian dari strategi memperkuat armada dan meningkatkan kapasitas pengangkutan.
"Peningkatan aset tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang perseroan dalam memperkuat daya saing dan mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan," kata Wendi.
Dalam paparan publik, perseroan juga melaporkan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO). Dana tersebut digunakan untuk pembelian kapal melalui entitas anak usaha PT Pancaran Karya Shipping sebesar Rp 175 miliar, pembelian bahan bakar operasional senilai Rp 18,27 miliar, serta pembayaran biaya penawaran umum sebesar Rp 6,84 miliar.
Realisasi penggunaan dana IPO tersebut telah dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui surat tertanggal 12 Januari 2026.
Sumber : investor.id