Spekulasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Mereda, Bursa Eropa Balik Menguat
Saturday, October 03, 2026       06:37 WIB
  • Saham Eropa rebound 0,8% setelah sehari sebelumnya menyentuh level terendah dalam lebih dari tiga bulan.
  • Yield obligasi Jerman 10 tahun turun lebih dari 6 basis poin menjadi 3,454%.
  • Saham teknologi memimpin rebound, didorong kembali oleh antusiasme terhadap AI.

Ipotnews - Saham-saham Eropa rebound pada Jumat (2/10) setelah aksi jual yang dipicu pasar obligasi, seiring penurunan harga minyak dan data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga jangka pendek oleh Federal Reserve.
Indeks acuan saham Eropa, Stoxx 600 ditutup menguat 0,8%, setelah pada Kamis menyentuh level terendah dalam lebih dari tiga bulan.
Pertumbuhan lapangan kerja AS melambat lebih tajam dari perkiraan pada September. Sementara angka untuk dua bulan sebelumnya direvisi turun secara signifikan. Kondisi tersebut mendorong para trader mengurangi taruhan terhadap kenaikan suku bunga AS pada Oktober.
"Pasar berhasil menghindari risiko besar karena laporan ketenagakerjaan yang lebih lemah dari perkiraan kemungkinan membuat kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober tidak lagi menjadi pilihan," kata Ronald Temple, managing director Lazard Asset Management. "Namun, dengan masih adanya dua bulan data inflasi yang akan dirilis sebelum pertemuan Desember, The Fed akan terdorong untuk kembali memperketat kebijakan."
Imbal hasil obligasi turun. Imbal hasil obligasi Jerman bertenor 10 tahun, yang menjadi acuan bagi zona euro, turun lebih dari 6 basis poin menjadi 3,454%. Harga minyak juga turun USD3 per barel, yang semakin membantu meningkatkan minat terhadap aset berisiko.
Lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah global telah menekan pasar saham dalam beberapa pekan terakhir dan membuat investor menghindari aset berisiko. Meskipun menguat pada perdagangan Jumat, indeks saham Eropa tersebut tetap mencatat penurunan sepanjang pekan.
Sebagian besar sektor di bursa saham Eropa berakhir di zona positif pada Jumat. Kembali meningkatnya antusiasme terhadap AI mendorong saham-saham teknologi menjadi sektor dengan kinerja terbaik.
Saham AT&S Austria Technologies & Systemtechnik naik 10%, Infineon Technologies menguat sekitar 9%, sedangkan Aixtron dan Soitec masing-masing naik 7,6%.
Saham-saham perbankan Eropa relatif tidak banyak berubah pada Jumat, tetapi mencatat penurunan mingguan terbesar sejak April, akibat kekhawatiran bahwa suku bunga yang lebih tinggi akan menekan perekonomian.
Sementara itu, data menunjukkan inflasi zona euro melonjak lebih tinggi dari perkiraan pada September dan kemungkinan masih akan meningkat dalam beberapa bulan mendatang. Bank Sentral Eropa (ECB) menaikkan suku bunga pada bulan lalu. Para trader saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember sebesar 81,8%, menurut data LSEG .
"Suku bunga yang lebih tinggi ditambah inflasi yang tinggi merupakan kondisi negatif bagi saham. Namun, apakah pasar saham akan bereaksi buruk bergantung pada seberapa lama investor memperkirakan masalah tersebut akan berlangsung," kata Michael Field, kepala strategi ekuitas di Morningstar.
Prancis mempresentasikan anggaran 2027 pada Kamis, dengan upaya menerapkan langkah-langkah penghematan yang tidak populer untuk mengurangi defisit dan meyakinkan pasar obligasi menjelang pemilihan presiden tahun depan.
Pada akhir bulan lalu, biaya pinjaman 10 tahun Prancis mencapai level tertinggi sejak krisis keuangan global 2008.
Di antara saham individual, saham IG Group yang berbasis di London anjlok 22,6% dan menjadi saham dengan kinerja terburuk di indeks saham Eropa setelah perusahaan perdagangan online tersebut memangkas proyeksi pendapatan tahunannya akibat volatilitas perdagangan yang rendah.
Penurunan tersebut menjadi yang terbesar dalam satu hari bagi IG sejak Desember 2016. Saham Julius Baer naik 2% setelah bank Swiss tersebut mengumumkan program pembelian kembali saham senilai hingga 600 juta franc Swiss atau sekitar USD724 juta.

Sumber : admin