Smelter ADRO Catatkan Ekspor Aluminium Perdana ke AS dan Korea Selatan
Thursday, July 09, 2026       15:59 WIB
  • Smelter aluminium milik PT Alamtri Resources Indonesia Tbk () mencatat ekspor perdana ke AS dan Korea Selatan pada Juni, dengan total pengiriman lebih dari 35.000 ton aluminium primer.
  • Ekspor ke AS terjadi di tengah meningkatnya kebutuhan pasokan alternatif akibat terganggunya pengiriman dari kawasan Teluk, sementara pembeli tercatat adalah Mercuria dan Vitol.
  • menargetkan penjualan aluminium batangan mencapai 350.000 ton tahun ini untuk memenuhi permintaan pasar domestik dan ekspor.

Ipotnews - Smelter milik grup pertambangan dan energi PT Alamtri Resources Indonesia Tbk () mencatatkan ekspor aluminium perdana pada Juni lalu dengan mengirimkan produk ke Amerika Serikat dan Korea Selatan.
Data platform data perdagangan, Export Genius, yang dikutip Reuters, Kamis (9/7) menunjukkan bahwa PT Kalimantan Aluminium Industry, yang berlokasi di Pulau Kalimantan mulai melakukan  commissioning  tahap pertama pada akhir tahun lalu, mengekspor 31.494 metrik ton aluminium primer ke Amerika Serikat pada bulan lalu serta 3.569 ton ke Korea Selatan.
Laman Reuters melaporkan, AS saat ini tengah mencari sumber pasokan aluminium alternatif di tengah terganggunya pengiriman dari pemasok utama di kawasan Teluk akibat perang antara AS dan Israel melawan Iran. Kelangkaan pasokan tersebut mendorong premi aluminium di AS mencapai rekor tertinggi pada bulan lalu.
Sebelumnya, sekitar 18.500 ton aluminium dikirim ke AS pada Maret lalu dari smelter baru lain di Indonesia, yakni dari proyek Juwan yang dikembangkan oleh perusahaan asal China, Tsingshan dan Xinfa.
Data Export Genius menunjukkan pengiriman terbaru ke AS itu mencatatkan perusahaan perdagangan komoditas Mercuria sebagai pembeli dan saat ini sedang dalam perjalanan menuju Brownsville, Texas, setelah meninggalkan Indonesia pada 10 Juni.
Sementara itu, pengiriman ke Korea Selatan, yang juga bergantung pada pasokan aluminium dari smelter di kawasan Teluk, dibeli oleh Vitol dan sedang menuju Incheon setelah diberangkatkan pada 29 Juni.
Sejauh ini, Mercuria dan Vitol belum menanggapi kabar tersebut.
Juru bicara Alamtri mengatakan proyek smelter aluminium perseroan mendapat minat yang kuat dari calon pelanggan. Perusahaan menargetkan penjualan aluminium batangan mencapai 350.000 ton tahun ini untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor. (Reuters/AI)

Sumber : admin
An error occurred.