- Mayoritas saham dan mata uang emerging market Asia melemah, dengan IHSG turun 1,5% setelah S&P Dow Jones memperingatkan potensi penurunan status Indonesia menjadi frontier market.
- Kospi resmi memasuki bear market setelah anjlok lebih dari 20% dari rekor tertinggi Juni, sementara gejolak Timur Tengah turut menekan sentimen investor.
- Rupiah kembali menembus Rp18.000 per dolar AS, di tengah penguatan dolar dan meningkatnya permintaan aset safe haven.
Ipotnews - Indeks saham dan mata uang negara-negara emerging market Asia cenderung turun hingga menjelang akhir sesi perdagangan hari ini, Rabu (8/7).
Bursa saham Korea Selatan memperpanjang pelemahan di tengah volatilitas saham-saham produsen chip. Indeks acuan Kospi anjlok lebih dari 20% dari rekor penutupan pada Juni lalu, menandakan pasar telah memasuki bear market .
Sementara itu, saham Indonesia merosot setelah S&P Dow Jones memperingatkan kemungkinan penurunan status pasar menjadi Frontier Market.
Laman Reuters melaporkan, hingga emndekati pukul 15:00 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) anjlok turun 1,5%, mengakhiri reli lima hari berturut-turut. S&P Dow Jones Indices memperingatkan bahwa Indonesia berisiko diturunkan statusnya dari emerging market menjadi frontier market akibat persoalan transparansi pasar.
Peringatan tersebut menjadi pukulan terbaru bagi IHSG . Sebelumnya, sejak Januari lalu, MSCI telah menempatkan Indonesia dalam status peninjauan. Tekanan terhadap pemerintah semakin besar untuk segera merealisasikan reformasi yang mampu menjawab kekhawatiran terkait keterbukaan informasi dan transparansi pasar.
Analis mengatakan prioritas utama pemerintah adalah mempercepat reformasi struktural guna meningkatkan kualitas dan kredibilitas pasar. Hal tersebut mencakup peningkatan porsi saham beredar ( free float ) dan pengurangan konsentrasi kepemilikan saham agar likuiditas dan proses pembentukan harga lebih baik, memperkuat kewajiban pengungkapan kepemilikan manfaat ( beneficial ownership ) dan kepemilikan saham yang signifikan, serta memastikan regulasi pasar tetap transparan, dapat diprediksi, dan sejalan dengan praktik terbaik internasional.
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, mengatakan pihak bursa akan melakukan diskusi konstruktif dengan S&P Dow Jones Indices untuk mendalami berbagai kekhawatiran yang disampaikan.
Di Korea Selatan, indeks KospiI ditutup ambles 5% ke level 7.246,70, terendah sejak 20 Mei, setelah selama perdagangan sempat memicu penghentian sementara transaksi ( sidecar ).
Kospi telah turun lebih dari 20% dari rekor penutupan 9.114,55 pada 22 Juni, yang secara umum dianggap sebagai konfirmasi bahwa pasar telah memasuki fase bear market .
Dalam tiga sesi terakhir, KOSPI telah rontok lebih dari 10%, dan hampir 15% sepanjang enam sesi perdagangan bulan ini.
Won Korea menguat ke level tertinggi dalam satu bulan setelah muncul aksi jual dolar AS terkait penjualan saham perusahaan produsen chip SK Hynix di Amerika Serikat, menurut sumber Reuters.
Di Asia Tenggara, indeks FTSE Straits Times Singapura kembali mencetak rekor tertinggi baru. Saham-saham perbankan seperti OCBC , DBS, dan UOB menguat antara 1,7% hingga 5%. Ketiga saham itu sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa selama perdagangan.
Riset OCBC yang diterbitkan akhir pekan lalu dan dikutip Reuters menyebutkan, sektor perbankan masih berada pada posisi yang kuat untuk mempertahankan dominasinya di pasar Singapura. Hal ini didukung oleh pembayaran dividen yang konsisten serta program pembelian kembali saham ( buyback ).
Sementara itu, serangan terbaru Amerika Serikat terhadap Iran dan sanksi tambahan terhadap ekspor minyak Iran mengancam rapuhnya gencatan senjata di Timur Tengah. Kondisi tersebut mendorong kenaikan harga minyak dan mengurangi minat investor terhadap aset-aset negara berkembang yang bergantung pada impor energi.
Dolar AS, terakhir turun 0,2%, namun sempat menyentuh level tertinggi dalam sepekan setelah Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap Iran. Investor mencari perlindungan pada mata uang safe haven tersebut.
Nilai tukar rupiah kembali menembus level Rp18.000 per dolar AS untuk kedua kalinya pekan ini. Sementara itu, ringgit Malaysia dan baht Thailand juga melemah tipis. (Reuters/AI)
Asia stock indexes and currencies at 0730 GMT
Country | FX RIC | FX Daily % | FX YTD % | Index Daily % | Stocks YTD % |
Japan | -0.06 | -3.41 | -2.1 | 28.9 | |
China | -0.06 | +2.79 | -0.49 | 0.05 | |
India | -0.26 | -5.61 | -0.78 | -7.35 | |
Indonesia | -0.19 | -7.41 | -1.02 | -31.47 | |
Malaysia | -0.07 | -0.34 | -0.13 | 0.04 | |
Philippines | -0.10 | -4.36 | 0.70 | 3.93 | |
S.Korea | +0.82 | -4.26 | -1.51 | 78.94 | |
Singapore | +0.05 | -0.46 | 0.13 | 15.13 | |
Taiwan | +0.32 | -1.88 | 0.56 | 57.90 | |
Thailand | -0.16 | -5.77 | -0.37 | 26.88 |
Sumber : admin