Saham Melambung 130%, Keluar Update Ini
Thursday, September 04, 2025       09:24 WIB

JAKARTA, investor.id -PT Multi Makmur Lemindo Tbk () optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan bisnisnya di tahun 2025 dengan target yang terbilang konservatif, namun ditopang oleh beragam katalis positif dari pasar perumahan dan infrastruktur nasional.
Pada perdagangan Rabu (3/9/2025), saham ada di posisi Rp 175 (+1,16%). Dalam sebulan terakhir saham ini telah melambung 130,26% alias mencetak bagger .
Direktur Utama Multi Makmur Lemindo, Immanuel Kevin Mayola, menuturkan bahwa permintaan terhadap produk-produk perseroan tetap kuat seiring dengan meningkatnya kebutuhan hunian layak di Indonesia.
"Produk-produk yang kami miliki cukup andal dan efisien. Kami terus berinovasi menghadirkan produk yang tidak hanya memenuhi standar industri, tetapi juga memberikan keunggulan dalam daya tahan dan efisiensi penggunaan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (4/9/2025).
Komitmen terhadap kualitas, menurut Kevin, telah memperkuat reputasi sehingga menjadi pilihan utama bagi pelanggan baik di proyek besar maupun ritel. Pada semester I-2025, perseroan mencatatkan penjualan Rp 11,38 miliar. Dengan tren tersebut, optimistis mencatat kenaikan sekitar 10% atau hampir Rp2 miliar di kuartal III-2025 dibandingkan periode sama tahun lalu. Adapun target penjualan akhir tahun ini diproyeksikan mencapai Rp 38 miliar.
Sejalan dengan Pemerintah
Optimisme sejalan dengan program pemerintah yang terus mendorong ketersediaan perumahan. Berdasarkan data Susenas, backlog rumah tangga di Indonesia terus menurun, dari 12,71 juta unit pada 2021 menjadi 9,90 juta unit pada 2023. Pemerintah melalui BP Tapera menargetkan pembiayaan 350 ribu unit rumah subsidi pada 2025, sebagai bagian dari Program 3 Juta Rumah.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan pentingnya sinergi dari seluruh pihak dalam penyediaan hunian layak. "Ini perjuangan bersama untuk membangun rumah bagi rakyat," ujarnya.
Tingginya permintaan rumah juga berdampak pada industri pendukung, termasuk PVC (Polyvinyl Chloride) yang menjadi bahan baku utama produk pipa dan plafon. "Peningkatan proyek infrastruktur dan properti menjadi pendorong utama permintaan PVC di Indonesia," jelas Kevin.
Konsultan properti Colliers Indonesia turut memperkirakan prospek positif sektor rumah tapak di tahun ini. Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto, menilai rumah tapak akan tetap menjadi kebutuhan primer masyarakat dengan permintaan yang terus kuat.
Selain itu, pasar rumah bekas juga menunjukkan geliat signifikan. Banyak pemilik yang menjual dengan harga lebih terjangkau, sehingga memicu kebutuhan renovasi yang pada akhirnya meningkatkan permintaan terhadap produk konstruksi.
"Dengan katalis positif ini, target pertumbuhan Multi Makmur Lemindo () yang konservatif sudah sangat layak. Kami yakin berbagai faktor pendukung akan menopang kinerja perseroan hingga akhir tahun," pungkas Kevin.

Sumber : investor.id
An error occurred.