Saham Emiten Emas Tiba-tiba Anjlok, Serok?
Thursday, September 04, 2025       13:57 WIB

JAKARTA, investor.id -Saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk () masih dalam tren bullish , menurut BRI Danareksa Sekuritas. Broker efek ternama itu menyampaikan analisisnya guna memaksimalkan cuan di saham emiten tambang emas tersebut.
BRI Danareksa Sekuritas dalam catatannya, Kamis (4/9/2025), merekomendasikan buy saham dengan target harga Rp 675-720 ( swing trade ). Swing trade berarti dalam hitungan beberapa hari ke depan. Karena itu, pemodal bisa memanfaatkan ayunan harga saham .
Secara teknikal, menurut BRI Danareksa Sekuritas, saham J Resources () telah menembus level resistance (batas atas) di Rp 550-590. Harga cenderung kembali pullback .
"Jika mampu berada di atas level tersebut, berpotensi untuk melanjutkan tren kenaikan hingga Rp 675-720," tulis BRI Danareksa Sekuritas.
Hingga akhir sesi I perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/9/2025), saham tiba-tiba anjlok 3,2% ke level Rp 590. Meski demikian, dalam sepekan terakhir, menguat 7,2% dan sebulan melonjak 47,5%. Selama periode year to date (ytd), saham terbang 152,1%.
J Resources () merupakan perusahaan tambang emas dengan mayoritas cadangan atau sekitar 60% berada di tambang Doup, yang direncanakan mulai berproduksi pada akhir 2025 atau awal 2026.
Sepanjang tahun lalu, membukukan laba tahun berjalan US$ 17,67 juta atau melonjak drastis 2.938% dari US$ 581,8 ribu pada tahun sebelumnya. Laba tersebut ditopang jumlah beban pajak tahun buku 2024 yang menyusut menjadi US$ 5,98 juta dari US$ 12,19 juta pada 2023.
Adapun laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk US$ 9,42 juta dari sebelumnya rugi sebesar US$ 10,08 juta. Sedangkan penjualan mencapai US$ 236 juta, meningkat dari US$ 170,1 juta pada tahun sebelumnya.
Ramalan BaruHarga Emas
Sementara itu, harga emas dunia kembali mencapai level tertinggi baru pada Kamis (4/9), naik hingga 1,1% mencapai US$ 3.573 per ons. Naiknya harga emas dalam beberapa waktu terakhir mendorong proyeksi terkait kenaikan lebih lanjut hingga 2026 mendatang.
Dikutip dari Yahoo! Finance, Kamis (4/9/2025), analis JP Morgan memperkirakan harga emas dunia akan mencapai US$ 4.000 pada kuartal kedua tahun 2026, dan bakal kembali melonjak ke level US$ 4.250 pada akhir 2026.
Kenaikan ini terutama jika pemerintahan Presiden AS Donald Trump memecat Lisa Cook, anggota Dewan Gubernur Federal Reserve (The Fed). Penggantian Cook di Bank Sentral AS tersebut dapat berimplikasi lebih luas terhadap perombakan The Fed, menurut para analis.
"Kami yakin potensi pelemahan independensi Federal Reserve AS dapat berimplikasi signifikan terhadap harga emas jangka panjang," tulis analis JP Morgan, Patrick Jones dalam sebuah catatan.
Analis JP Morgan juga memperkirakan harga emas dunia tahun ini akan terus naik, karena investor memperkirakan pemangkasan suku bunga Federal Reserve terjadi mulai September 2025. Sebagai catatan, emas menjadi lebih menarik bagi investor karena penurunan suku bunga mengurangi persaingannya dengan aset-aset yang memberikan imbal hasil.
"Pemotongan suku bunga Federal Reserve AS yang sesuai atau melebihi ekspektasi akan memicu arus masuk ETF emas lebih lanjut. Dengan demikian dapat mendorong harga emas pada akhir tahun ke level US$ 3.675/ons," pungkas Jones.

Sumber : investor.id
An error occurred.