-
Saham BBCA Merosot 21%, Net Sell Asing Rp 14,7 Triliun, Laba Padahal Jumbo
Thursday, September 04, 2025 09:13 WIB
JAKARTA, investor.id -Saham PT Bank Central Asia Tbk () cenderung tertekan di sepanjang tahun 2025 berjalan. Di awal tahun ini, harga saham Rp 9.675, kemudian anjlok ke posisi Rp 7.775 per penutupan 8 April 2025 saat pasar crash .
Sempat bangkit ke posisi Rp 9.700 pada penutupan 21 Mei 2025. Namun sejak saatitusaham Bank Central Asiajatuh 21,63% ke level Rp 7.975 per penutupan 3 September 2025. Saham tertekan kena aksi jual asing.
Berdasarkan data pada aplikasi Indo Premier Sekuritas, asing membukukan net sell saham Rp 14,72 triliun (reguler) dalam periode 22 Mei 2025 sampai dengan 3 September 2025. Itu tertinggi di antara saham-saham lainnya yang juga kena net sell asing, seperti saham PT Bank Mandiri Tbk () dengan net sell asing Rp 5,05 triliun pada periode yang sama.
Secara fundamental, Bank Central Asia () atau BCA menunjukkan ketahanan yang solid dan kekuatan strategi di tengah tantangan di sektor perbankan. Hal itu tampak dari laporan terbaru kinerja ( bank only ). Selama Januari-Juli 2025, BCA () mencetak laba bersih ( bank only ) sebesar Rp 34,7 triliun atau meningkat 10,5% yoy. Laba jumbo tersebut tentu tak perlu diragukan lagi.
KB Valbury Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy untuk saham BCA (). Target harga saham berbasis g ordon g rowth m odel (GGM) sebesar Rp 11.080. Target harga tersebut mencerminkan estimasi P/B 2025 sebesar 4,8 kali.
Sumber : investor.id