- menjadi pilihan utama dengan rekomendasi speculative buy dan target harga Rp5.200.
- , , dan direkomendasikan trading buy berkat katalis sektoral masing-masing.
- Investor disarankan menerapkan strategi selective buying di tengah tekanan jual asing dan ketidakpastian global.
Ipotnews - Pengamat Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, merekomendasikan sejumlah saham yang dinilai masih menarik untuk dicermati investor di tengah tekanan pasar dan tingginya ketidakpastian global.
Menurut Hendra, saham PT Vale Indonesia Tbk () menjadi salah satu pilihan utama dengan rekomendasi speculative buy dan target harga Rp5.200. Prospek komoditas nikel dan perkembangan hilirisasi dinilai masih dapat menjadi katalis positif bagi emiten tersebut.
"Prospek komoditas nikel serta ekspektasi terhadap perkembangan hilirisasi menjadi katalis yang dapat menjaga minat investor terhadap saham ini," kata Hendra Wardana dalam keterangannya, Senin (21/9).
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa saham berbasis komoditas masih sangat sensitif terhadap fluktuasi harga komoditas global dan perubahan sentimen pasar. Karena itu, investor tetap perlu menerapkan disiplin manajemen risiko.
Selain , Hendra juga merekomendasikan saham PT Mitra Adiperkasa Tbk () dengan strategi trading buy dan target harga Rp1.650. Menurutnya, perbaikan sentimen domestik dan meningkatnya daya beli masyarakat dapat menjadi pendorong kinerja sektor ritel.
Sementara itu, saham PT Merdeka Battery Materials Tbk () direkomendasikan trading buy dengan target harga Rp580. Saham tersebut berpeluang menarik perhatian investor apabila sektor komoditas kembali menjadi fokus pasar.
Adapun PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk () menjadi pilihan lainnya dengan rekomendasi trading buy dan target harga Rp550. Karakter bisnis menara telekomunikasi yang relatif defensif dinilai mampu memberikan perlindungan di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Secara keseluruhan, Hendra menilai kondisi pasar saat ini belum menjadi momentum yang tepat untuk mengejar kenaikan indeks secara agresif. Investor lebih disarankan untuk melakukan akumulasi secara selektif pada saham-saham yang memiliki katalis kuat.
"Strategi yang lebih tepat adalah fokus pada saham-saham dengan katalis kuat dan memanfaatkan koreksi sebagai peluang akumulasi, bukan mengejar harga ketika pasar sedang menguat," ujarnya.
Ia menambahkan, peluang penguatan IHSG menuju level 6.600 masih terbuka apabila tekanan jual investor asing educamulai mereda, nilai tukar rupiah lebih stabil, harga minyak melanjutkan pelemahan, serta sentimen global membaik. Namun selama aksi jual asing masih tinggi dan ketidakpastian suku bunga global maupun geopolitik belum mereda, pendekatan selektif tetap menjadi strategi yang lebih bijak bagi investor.(Marjudin/AI)
Sumber : Admin