- Wall Street naik dan cetak rekor baru dipimpin saham AI.
- Sentimen didorong meredanya tensi AS-Iran dan laba kuat.
- Saham chip seperti Intel melonjak tajam.
Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street semringah, Selasa, dengan S&P 500 dan Nasdaq kembali mencetak rekor penutupan tertinggi, didorong lonjakan saham berbasis kecerdasan buatan (AI), termasuk Intel, serta optimisme terhadap kinerja keuangan kuartalan. Sentimen pasar juga diperkuat oleh meredanya kekhawatiran geopolitik setelah gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran dilaporkan tetap bertahan.
Indeks berbasis luas S&P 500 ditutup melompat 0,81% atau 58,47 poin menjadi 7.259,22, sementara Nasdaq Composite Index melonjak 1,03% atau 258,32 poin jadi 25.326,13, dan Dow Jones Industrial Average mencatat kenaikan 0,73% atau 356,35 poin ke posisi 49.298,25, demikian laporan Reuters dan Investing, di New York, Selasa (5/5) atau Rabu (6/5) pagi WIB.
Kenaikan ini menandai penutupan di level tertinggi baru bagi S&P 500 dan Nasdaq. Seluruh 11 sektor utama dalam S&P 500 mencatat penguatan, dengan sektor material memimpin kenaikan 1,67%, diikuti sektor teknologi informasi yang melesat 1,63%.
Sentimen positif di pasar juga didorong oleh perkembangan geopolitik. Pemerintah Amerika Serikat menyatakan gencatan senjata dengan Iran masih berlaku, meredakan kekhawatiran akan eskalasi konflik terkait penguasaan jalur strategis Selat Hormuz.
Fokus investor terutama tertuju pada saham-saham teknologi berbasis AI. Saham pembuat chip Advanced Micro Devices (AMD) melambung 4% menjelang laporan keuangannya, dengan analis memperkirakan pendapatan perusahaan akan melejit 33%.
Saham Intel melonjak tajam 13% setelah laporan media Bloomberg menyebutkan bahwa Apple tengah mempertimbangkan penggunaan layanan manufaktur chip Intel untuk memproduksi prosesor utama perangkatnya. Kabar ini turut mendorong indeks semikonduktor PHLX melompat 4,2% ke rekor tertinggi, dengan kenaikan akumulatif mencapai 55% sepanjang 2026.
Optimisme pasar juga didukung oleh ekspektasi kinerja korporasi yang kuat. Menurut data dari London Stock Exchange Group, perusahaan-perusahaan dalam indeks S&P 500 diperkirakan mencatat pertumbuhan laba agregat sebesar 28% secara tahunan pada kuartal pertama, tertinggi sejak 2021.
Kepala Riset LSEG , Tajinder Dhillon, menyebutkan bahwa sektor teknologi besar berbasis AI menjadi motor utama optimisme tersebut.
"Pasar mengikuti fundamental. Laba yang masuk cukup kuat, dan ekspektasinya adalah hal itu akan berlanjut hingga akhir tahun," kata Tom Hainlin, analis U.S. Bank Wealth Management di Minneapolis.
"Pengeluaran bisnis tetap kuat, baik itu untuk AI atau alat produktivitas lainnya, dan konsumen terus berbelanja," tutur Hainlin.
Di pasar energi, harga minyak Brent turun namun masih bertahan di sekitar USD110 per barel, menunjukkan ketahanan harga di tengah ketidakpastian global.
Dari sisi ekonomi makro, data menunjukkan jumlah lowongan kerja di Amerika Serikat menyusut jadi 6,866 juta pada Maret, sedikit di atas perkiraan 6,835 juta. Data ini memperkuat pandangan bahwa pasar tenaga kerja masih cukup kuat, sehingga memberi ruang bagi bank sentral untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Sementara itu, indeks Institute for Supply Management untuk sektor jasa (Non-Manufacturing PMI) tercatat 53,6 pada April, sedikit di bawah ekspektasi 53,7.
Di sisi korporasi, beberapa perusahaan mencatat kinerja positif. Saham Archer-Daniels-Midland naik 3,8% setelah membukukan laba kuartal pertama yang lebih baik dari perkiraan. DuPont melonjak 8,4% setelah menaikkan proyeksi laba tahunannya. Pinterest juga menguat 6,9% setelah memproyeksikan pendapatan kuartal kedua di atas ekspektasi analis.
Secara keseluruhan, jumlah saham yang naik di S&P 500 melampaui yang turun dengan rasio 1,7 banding 1. Indeks tersebut mencatat 43 rekor tertinggi baru dan 23 titik terendah baru, sementara Nasdaq membukukan 160 rekor tertinggi baru dan 79 terendah baru.
Volume perdagangan di bursa Wall Street relatif lebih rendah, dengan 16,1 miliar saham ditransaksikan, dibandingkan rata-rata 17,7 miliar dalam 20 sesi terakhir. (Reuters/Investing/AI)
Saham berkinerja terbaik di Dow
-Caterpillar Inc (3,41%)
-Apple Inc (2,66%)
-Cisco Systems Inc (1,80%)
Saham berkinerja terburuk
-Unitedhealth Group (-1,86%)
-Visa Inc Class A (-1,47%)
-American Express Company (-1,02%)
Saham berkinerja terbaik di S&P 500
-Waters Corporation (13,54%)
-Intel Corporation (12,92%)
-Akamai Technologies Inc (11,51%)
Saham berkinerja terburuk
-Huntington Ingalls Industries Inc (-10,25%)
-Fiserv Inc (-8,80%)
-Pool Corporation (-7,97%)
Saham berkinerja terbaik di Nasdaq
-Phoenix Asia Holdings Ltd (166,38%)
-Sadot Group Inc (86,56%)
-Backblaze Inc (63,58%)
Saham berkinerja terburuk
-Embecta Corp (-57,84%)
-SKK Holdings Ltd (-54,39%)
-GeneDx Holdings Corp (-49,09%)
Sumber : Admin