SMSM Cetak Laba Rp1,22 Triliun, Tumbuh 9,7 Persen Di Tahun 2025
Monday, March 16, 2026       08:25 WIB
  • Laba bersih naik 9,7% yoy ke Rp1,22 triliun, dorong laba per saham ke Rp195.
  • Penjualan tumbuh 3,4% yoy jadi Rp5,34 triliun, dengan efisiensi beban operasi.
  • Ekuitas tembus Rp4,31 triliun (+9,7%), sementara liabilitas anjlok 17,5% ke Rp856 miliar.

Ipotnews - PT Selamat Sempurna Tbk () mencatatkan laba bersih (yang diatribusikan kepada pemilik entitas) sebesar Rp1,22 triliun pada 2025. Realisasi ini meningkat 9,7 persen dibandingkan Rp1,02 triliun pada 2024 (year on year/ yoy).
Kenaikan ini ditopang oleh pertumbuhan penjualan dan efisiensi beban operasional, sekaligus memperkuat posisi keuangan perusahaan di tengah tantangan industri.
Mengacu pada laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan, Sabtu (14/3), penjualan neto perusahaan naik 3,4 persen yoy menjadi Rp5,34 triliun dari Rp5,16 triliun pada tahun sebelumnya. Beban pokok penjualan juga mengalami kenaikan yang relatif seimbang dengan kenaikan penjualan sebesar 3,4 persen yoy menjadi Rp3,36 triliun dari sebelumnya Rp3,25 triliun.
Oleh sebab itu laba kotor perusahaan menjadi Rp1,98 triliun atau naik 3,3 persen yoy dari sebelumnya Rp1,91 triliun. Beban umum dan administrasi perusahaan mampu ditekan dari Rp251,88 miliar menjadi Rp237,23 miliar.
Namun di sisi lain beban penjualan mengalami peningkatan dari Rp294,67 miliar menjadi Rp304,59 miliar. Untuk beban operasi terjadi penurunan yang signifikan dari Rp76,31 miliar menjadi Rp18,13 miliar atau turun 76,24 persen yoy.
Dengan demikian, laba usaha meningkat 9,4 persen yoy menjadi Rp1,50 triliun dari sebelumnya Rp1,37 triliun. Sementara laba per saham ikut naik dari Rp178 menjadi Rp195.
Arus kas dari aktivitas operasi tercatat Rp1,12 triliun, sedikit turun 2,1 persen yoy dari Rp1,15 triliun pada 2024. Aktivitas investasi masih negatif Rp232,7 miliar, relatif stabil dibanding Rp235,8 miliar tahun sebelumnya, mencerminkan belanja modal yang tetap terjaga.
Kemudian untuk total aset perusahaan naik 4 persen menjadi Rp5,16 triliun dari sebelumnya Rp4,96 triliun, dengan ekuitas meningkat 9,7 persen menjadi Rp4,31 triliun dari semula Rp3,92 triliun.
Sedangkan untuk liabilitas turun signifikan 17,5 persen menjadi Rp856 miliar dari sebelumnya Rp1,03 triliun. Hal ini menunjukkan struktur permodalan yang semakin sehat. (Marjudin/AI)

Sumber : admin
An error occurred.