- Rupiah dibuka menguat 17 poin (0,09%) ke Rp17.916 per dolar AS pada Kamis (6/8), ditopang turunnya harga minyak dunia dan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2026 yang melampaui ekspektasi.
- Penurunan harga minyak dinilai akibat optimisme pembukaan kembali Selat Hormuz dan mendukung penguatan rupiah, dengan proyeksi bergerak di kisaran Rp17.850-Rp18.000 per dolar AS.
- Pemerintah menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,45% pada semester I-2026, menjadikannya salah satu yang tertinggi di ASEAN dan mencerminkan konsistensi pertumbuhan di atas 5%.
Ipotnews - Nilai tukar rupiah terhadap dolar dibuka menguat tipis pagi ini, setelah harga minyak dunia menurun dan data pertumbuhan ekonomi Indonesia Kuartal II 2026 lebih baik dari perkiraan.
Mengutip data Bloomberg pada Kamis (6/8) hingga pukul 09.09 WIB rupiah sedang diperdagangkan di level Rp17.916 per dolar AS, menguat 17 poin atau 0,09% dibandingkan akhir perdagangan Rabu (5/8) di posisi Rp17.933 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan rupiah menguat terhadap dolar AS di tengah penurunan harga minyak mentah dunia. "Hal ini disebabkan meningkatnya optimisme bahwa Selat Hormuz akan segera dibuka kembali" kata Lukman saat dihubungi Ipotnews melalui pesan WhatsApp pagi ini.
Harga minyak dunia melemah pada perdagangan Kamis pagi seiring pelaku pasar mencermati perkembangan perundingan antara Iran dan Oman yang dinilai dapat membuka jalan menuju kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, sekaligus membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent untuk kontrak berjangka turun 37 sen atau 0,5% menjadi USD79,08 per barel pada pukul 00.24 GMT. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 53 sen atau 0,7% menjadi USD74,69 per barel.
Lukman juga memperkirakan data PDB Q2 2026 Indonesia yang lebih kuat dari perkiraan juga masih akan mendukung rupiah. "Range kurs rupiah masih akan berkisar Rp17.850 - Rp18.000 per dolar AS," ujar Lukman.
Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester I 2026 menjadi salah satu yang terbaik di kawasan Asia Tenggara (ASEAN).
Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), Airlangga mengungkap perekonomian Indonesia tumbuh 5,45 persen sepanjang enam bulan pertama tahun ini. Capaian tersebut dinilai menunjukkan konsistensi Indonesia menjaga pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen dalam beberapa tahun terakhir.
"Dengan pertumbuhan 5,45 persen sepanjang satu semester ini juga di antara negara lain termasuk di ASEAN itu salah satu yang top. Kita kemarin melihat Vietnam yang sedikit di atas kita di 8 persen," ujar Airlangga dalam konferensi pers di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Rabu (5/8).(Adhitya/AI)
Sumber : Admin