- BI memperkuat intervensi untuk menstabilkan rupiah.
- Tekanan rupiah berasal dari gejolak Timur Tengah dan kebutuhan devisa domestik.
- Intervensi dilakukan di pasar offshore, NDF, dan spot.
Ipotnews - Bank Indonesia (BI) meningkatkan intensitas intervensi di pasar valuta asing setelah rupiah mencatat rekor terendah baru, ungkap Deputi Gubernur Destry Damayanti.
Menurut Destry, BI akan melakukan intervensi secara berkelanjutan dan konsisten melalui pasar offshore, Non-Deliverable Forward (NDF) domestik, serta pasar spot. Langkah ini dilakukan untuk menstabilkan nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal dan domestik, demikian laporan Reuters, di Jakarta, Kamis (4/6).
"Depresiasi rupiah dipicu oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta tingginya permintaan domestik untuk pembayaran dividen dan utang luar negeri," ujar Destry.
Pernyataan ini menegaskan komitmen BI untuk menjaga stabilitas mata uang di tengah gejolak global yang memengaruhi aliran modal dan nilai tukar. Analis menilai langkah intervensi yang konsisten akan membantu meredam volatilitas pasar dan menjaga kepercayaan investor. (Reuters/AI)
Sumber : Admin