- Rupiah ditutup menguat 36 poin atau 0,21% ke level Rp17.387 per dolar AS pada perdagangan Rabu (6/5), didorong pelemahan indeks dolar AS.
- Sentimen eksternal berasal dari pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengisyaratkan peluang kesepakatan damai dengan Iran dan penghentian sementara operasi pengawalan kapal di Selat Hormuz.
- Dari domestik, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi kuartal I/2026 sebesar 5,61% menjadi sinyal percepatan ekonomi, meski sejumlah ekonom mempertanyakan validitas data tersebut seiring melemahnya Indeks Keyakinan Konsumen (IKK).
Ipotnews - Nilai tukar rupiah terhadap dolar ditutup menguat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan isyarat kemungkinan kesepakatan damai untuk mengakhiri perang dengan Iran bisa tercapai.
Berdasarkan data Bloomberg pada Rabu (6/5) pukul 15.00 WIB, rupiah akhirnya ditutup di level Rp17.387 per dolar AS, menguat 36 poin atau 0,21% dibandingkan akhir perdagangan Selasa (5/5) di Rp17.423 per dolar AS.
Pengamat ekonomi, mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, indeks dolar Amerika Serikat melemah pada perdagangan hari ini, dipicu respons positif pasar terhadap pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait peluang tercapainya kesepakatan damai dengan Iran.
"Pasar merespon positif terhadap pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengindikasikan kemungkinan kesepakatan damai dapat tercapai untuk mengakhiri perang dengan Iran. Walaupun belum ada reaksi langsung dari Teheran, di mana saat itu masih sangat pagi pada hari Rabu," tulis Ibrahim dalam publikasi risetnya, sore ini.
Ia menjelaskan, Trump secara mengejutkan menyatakan akan menghentikan sementara operasi pengawalan kapal melalui Selat Hormuz karena adanya kemajuan menuju kesepakatan komprehensif dengan Iran.
"Pada hari Selasa, Trump secara tak terduga mengatakan ia akan menghentikan sementara operasi untuk membantu mengawal kapal melalui Selat Hormuz, dengan alasan kemajuan menuju kesepakatan komprehensif dengan Iran, tanpa memberikan rincian tentang kesepakatan tersebut," ujar Ibrahim.
Meski demikian, lanjut Ibrahim, Trump menegaskan Angkatan Laut AS tetap melanjutkan blokade pelabuhan Iran. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital yang mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia.
"Kami telah sepakat bersama bahwa, sementara Blokade akan tetap berlaku sepenuhnya, Proyek Kebebasan ... akan dihentikan sementara untuk jangka waktu singkat untuk melihat apakah Perjanjian dapat diselesaikan dan ditandatangani," tulis Trump di media sosial sebagaimana dikutip Ibrahim.
Di sisi domestik, Ibrahim menilai sentimen positif juga datang dari pernyataan pemerintah terkait percepatan pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I/2026.
"Pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan perekonomian Indonesia mulai menunjukkan percepatan pertumbuhan setelah mencatat kinerja positif pada kuartal I/2026. Capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61% menjadi indikasi bahwa tren ekonomi nasional mulai bergerak ke arah yang lebih kuat dibandingkan periode sebelumnya," ujar Ibrahim.
Menurut dia, pemerintah akan terus menjaga momentum pertumbuhan melalui koordinasi dengan Bank Indonesia dan penyiapan stimulus tambahan guna menopang aktivitas ekonomi dan menjaga kepercayaan pasar.
Selain itu, pemerintah tengah menyiapkan paket stimulus tambahan untuk mendorong aktivitas ekonomi dalam waktu dekat. Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap akselerasi pertumbuhan ekonomi dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi aktivitas usaha serta kepercayaan pasar ke depan.
Namun demikian, Ibrahim menambahkan, sejumlah ekonom masih mempertanyakan validitas pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61% pada kuartal pertama 2026.
"Namun banyak ekonom yang mempertanyakan hasil perhitungan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2026 sebesar 5,61%. Salah satunya data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang dikeluarkan Bank Indonesia pada Maret 2026 sebesar 122,9 basis poin atau turun dibandingkan Januari 2026 sebesar 127,0 basis poin," tambah Ibrahim.(Adhitya/AI)
Sumber : admin