Rumah Tinggal: Lebih Baik Membeli atau Menyewa Saja?
Monday, December 15, 2025       14:08 WIB

Pertanyaan apakah lebih baik membeli atau menyewa saja (rumah tinggal) sering diajukan oleh kalangan Gen Z (kelahiran 1997 s/d 2012), dan telah mendapat banyak respon dilihat dari beragam perspektif. Orang yang ingin menjual properti (agen properti) tentu akan lebih banyak menjawab bahwa lebih baik membeli properti daripada hanya menyewa saja.
Sebaliknya, orang yang telah merasa sukses sebagai wirawasta, mungkin akan menjawab bahwa lebih baik menyewa saja (dan uangnya diputarkan pada berbagai bisnis yang menguntungkan). Semua jawaban yang diberikan itu, lebih melihat persoalan dari sisi pihak yang menjawabnya, bukan dari sisi penanya (yang seharusnya lebih berkepentingan atas jawaban pertanyaan itu).
Pertanyaan apakah lebih baik membeli atau menyewa saja (rumah tinggal) akan kami jawab dari  perspektif perencana keuangan.  Kami tidak memiliki kepentingan apa pun terhadap properti, dan kami pun bukan pula wirasawsta yang memiliki kepentingan untuk menjual apa pun kepada para pembaca Ipotnews.
Satu-satunya kepentingan kami adalah agar para pembaca Ipotnews mendapatkan pemahaman yang benar atas situasi yang sedang dihadapinya. Dari perspektif seorang perencana keuangan, ada empat faktor yang wajib dipertimbangkan:
1. Jumlah dana yang ada
Pertama-tama, kita harus melihat pada jumlah dana yang tersedia. Jika jumlah uang yang ada terlalu sedikit, kita harus realistis dan memilih untuk membeli rumah tersebut, mungkin dengan jalan mengambil KPR (Kredit Pemilikan Rumah), dan tidak memaksakan diri untuk berwiraswasta dengan modal yang terlalu minim.
2. Semangat wiraswasta ( enterpreneurship )
Kedua, kita harus melihat apakah kita sebagai subjek (pihak yang harus memilih apakah akan membeli atau menyewa saja) memiliki jiwa atau kemampuan berwiraswasta ( entrepreneurship ) yang cukup atau tidak. Alasan kita menjadi karyawan, dan bukan pebisnis atau wiraswastawan, salah satunya adalah karena kita tidak memiliki jiwa wiraswasta ( entrepreneurship ) yang cukup. Tidak semua orang dilahirkan untuk menjadi karyawan, dan tidak semua orang juga dilahirkan untuk jadi pebisnis.
3. Faktor usia
Ketiga, untuk berwiraswasta dibutuhkan ketangguhan, semangat, persistensi, dan energi yang besar, bukan hanya bermodalkan jiwa wiraswasta atau modal uang yang banyak saja. Karena itu, kalau usiamu sudah terlalu tua, sebaiknya memilih membeli rumah saja, bukan menyewanya. Kadang-kadang dapat pula terjadi orang berusia muda memilih untuk menyewa rumah, bukan membelinya, untuk tampil gaya dan terlihat banyak uang demi menarik hati ( impress ) pihak lain. Dari sudut pandang perencana keuangan, tentu pilihan ini merupakan pilihan terburuk yang dapat dilakukan.
4. Kesempatan investasi
Terakhir, kita mungkin memiliki jumlah uang yang cukup, memiliki jiwa berwiraswasta yang cukup, dan masih berusia muda. Tetapi, jika tidak ada kesempatan berinvestasi yang tersedia, maka kita harus memilih untuk membeli rumah saja dan bukan menyewanya. Kesempatan investasi yang kami maksud di sini adalah investasi yang menjanjikan imbal hasil ( return ) lebih besar daripada tingkat suku bunga deposito, lebih besar daripada suku bunga pinjaman KPR, dan dalam jangka panjang masih lebih besar pula daripada imbal hasil ( return ) investasi dalam properti.
Intinya, untuk dapat meng atakan bahwa lebih baik menyewa rumah daripada membelinya, maka kita harus  telah  menemukan kesempatan berinvestasi lain yang menjanjikan imbal hasil yang lebih baik. Jika kesempatan investasi itu tidak ada, maka kita akan lebih baik jika membeli rumah saja.
 Oleh : Fredy Sumendap, CFA 

Sumber : IPS