Rencana Insentif Galangan Kapal Jadi Angin Segar, Bidik Saham Perkapalan yang Ketiban Cuan
Saturday, February 14, 2026       21:51 WIB
  • Pemerintah siapkan paket insentif untuk mendorong kebangkitan industri galangan kapal nasional
  • Impor kapal bekas dinilai menghambat optimalisasi kapasitas galangan domestik
  • Enam emiten maritim berpotensi terdampak positif, saham sektor perkapalan lanjut menguat

Ipotnews - Saham sektor perkapalan kembali mendapat katalis positif setelah Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan komitmen untuk menyiapkan berbagai insentif bagi industri galangan kapal. Industri galangan kapal dinilai memiliki potensi strategis sebagai fondasi manufaktur nasional, terutama bagi Indonesia sebagai negara kepulauan dengan kebutuhan armada yang besar dan berkelanjutan.
Meski demikian, hingga saat ini kapasitas galangan kapal dalam negeri masih belum dimanfaatkan secara maksimal. Keterbatasan ruang di pasar domestik menjadi kendala utama, padahal kebutuhan kapal sebenarnya tergolong tinggi.
Rencana Insentif Industri Galangan Kapal
Purbaya menegaskan bahwa tantangan utama industri bukan terletak pada kemampuan teknis maupun kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, persoalan lebih banyak dipengaruhi oleh kebijakan yang belum sepenuhnya berpihak pada pelaku industri dalam negeri.
"Industri kita sebenarnya punya kemampuan, tapi under utilized karena tidak diberi kesempatan di dalam negeri," ujar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam seminar Revitalisasi Galangan Kapal dan Pelayaran Indonesia bertajuk Mendorong Daya Saing dan Peningkatan Kapasitas Industri Nasional di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Ia juga mengkritisi praktik impor kapal bekas yang usianya mendekati batas akhir operasional. Kondisi tersebut dinilai mengurangi peluang pesanan bagi galangan nasional.
"Orang Indonesia suka ngakal-ngakalin. Beli kapal luar negeri murah, karena sebenarnya sudah mau di-junk, tapi masih bisa dipakai di sini. Orang-orang dapat persen. Yang rugi industri kita sendiri," ungkap Purbaya, seperti diberitakan CNBC Indonesia.
Merujuk data Indonesia Shipowners Association, sekitar 2.491 kapal domestik telah berusia lebih dari 25 tahun dan memerlukan penggantian. Angka ini mencerminkan potensi permintaan kapal baru yang cukup besar di dalam negeri.
Sebagai respons atas kondisi tersebut, pemerintah tengah merancang sejumlah kebijakan strategis, di antaranya:
  • Penerapan bea masuk 0% untuk impor komponen kapal guna menekan biaya produksi
  • Pemberian insentif bagi pembangunan kapal baru oleh galangan lokal
  • Penyediaan fasilitas kredit jangka panjang dengan tenor antara 15 hingga 30 tahun

Apabila kebijakan ini terealisasi, dampaknya diperkirakan tidak hanya meningkatkan tingkat utilisasi galangan, tetapi juga memperkokoh ekosistem industri maritim nasional secara menyeluruh.
Emiten Maritim yang Berpotensi Terdampak
Sejalan dengan arah kebijakan fiskal dan regulasi yang lebih mendukung industri galangan kapal, terdapat enam emiten sektor maritim yang berpotensi meraih sentimen positif. Dampaknya terbagi dalam dua kategori.
Lapisan pertama adalah manfaat langsung bagi perusahaan yang memiliki lini usaha galangan kapal.
Lapisan kedua berupa manfaat tidak langsung bagi emiten pelayaran melalui efisiensi biaya investasi dan penguatan struktur operasional armada.
dan dinilai menjadi emiten dengan potensi keuntungan paling langsung karena memiliki keterkaitan dengan bisnis galangan kapal.
Sementara itu, , , , dan berpeluang memperoleh sentimen lanjutan dari membaiknya struktur biaya industri secara keseluruhan.
Sentimen tersebut tercermin pada pergerakan saham sektor galangan dan perkapalan yang menguat pada Rabu (11/2/2026). Penguatan ini sekaligus mempertegas tren bullish yang masih berlanjut di sektor maritim.(AI)

Sumber : Admin
An error occurred.