Purbaya Beri Waktu 6 Bulan ke OJK Bersih-bersih Saham Gorengan
Wednesday, December 03, 2025       19:18 WIB

JAKARTA, investor.id -Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah belum akan memberikan insentif pajak bagi investor pasar modal sebelum praktik saham gorengan benar-benar diberantas tuntas. Purbaya menilai kondisi pasar modal saat ini masih menyimpan risiko tinggi bagi investor ritel.
"Yang paling penting pertama adalah Anda untung dan gak kejebak sama tukang goreng saham," ujar Purbaya di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (3/12/2025).
Purbaya mengaku telah menyampaikan kepada Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar bahwa pemberian insentif baru dapat dipertimbangkan jika otoritas berhasil menertibkan praktik manipulasi harga saham.
"Seperti saya janji ke Pak Mahendra, kalau bisa beresin goreng-gorengan itu, nantikan investor ritel terlindungi. Saya akan kasih tambahan insentif, keringanan pajak dan lain-lain supaya banyak orang masuk ke pasar saham. Tapi masuknya bukan ke pasar yang bisa menipu mereka," ujarnya.
Menurut Menkeu, memberikan insentif di tengah pasar yang masih rawan manipulasi justru berpotensi merugikan investor baru, dan ia berkelakar bahwa tindakan tersebut dapat membuatnya ikut menanggung dosa. "Nanti dosa saya makin besar kalau gitu. Kita harus pastikan masuk ke pasar yang relatif bersih," tambahnya.
Purbaya menyebut, pemerintah akan mengamati perkembangan penegakan hukum terhadap para pelaku penggoreng saham dalam waktu enam bulan ke depan. Jika OJK menunjukkan tindakan tegas yang konkret, termasuk penangkapan atau sanksi hukum yang jelas, insentif bagi investor ritel akan segera digulirkan.
"Dalam waktu enam bulan, kalau (pelaku goreng saham) ada yang ditangkap atau dihukum, kita akan kasih insentif dengan cepat. Supaya investor yang masuk ke pasar saham, langsung maupun lewat reksa dana, bisa untung secara fair ," jelasnya.
Menkeu mengakui bahwa keberadaan spekulan dan pelaku penggoreng saham di pasar modal masih terlihat dan hingga kini belum ada yang benar-benar dijatuhi hukuman. Ia menegaskan bahwa pemerintah menunggu langkah tegas dari OJK. Jika pasar sudah bersih dan didukung perbaikan ekonomi yang berkelanjutan, investasi saham akan menjadi pilihan yang sangat menarik bagi masyarakat.
"Kalau ekonominya bagus terus, ke depan investasi di saham adalah investasi yang menarik sekali," tandas Purbaya.

Sumber : investor.id