Produksi Bijih Nikel Indonesia Tembus 93,11 Juta Ton hingga April 2026
Thursday, June 04, 2026       10:11 WIB
  • Produksi bijih nikel Indonesia mencapai 93,11 juta ton pada Januari-April 2026.
  • Produksi batu bara menyentuh 234 juta ton, dengan ekspor mencapai 150,9 juta ton.
  • Output konsentrat tembaga mencapai 422.510 ton, sementara produksi bauksit tercatat 8,01 juta ton.

Ipotnews - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM ) memaparkan capaian produksi sejumlah komoditas tambang utama Indonesia selama empat bulan pertama 2026 dalam sebuah konferensi industri pada Kamis.
Data Kementerian ESDM menunjukkan produksi bijih nikel Indonesia mencapai 93,11 juta ton sepanjang periode Januari hingga April 2026. Angka tersebut menegaskan posisi Indonesia sebagai produsen nikel terbesar dunia dan pemasok utama bahan baku industri kendaraan listrik global.
Pada periode yang sama, produksi feronikel tercatat sebesar 198.970 ton, sedangkan produksi nikel matte mencapai 23.730 ton.
Untuk sektor tembaga, Indonesia menghasilkan 422.510 ton konsentrat tembaga dan 83.280 ton katoda tembaga selama empat bulan pertama tahun ini.
Sementara itu, produksi batu bara mencapai 234 juta ton hingga April 2026. Dari jumlah tersebut, ekspor batu bara tercatat sebesar 150,9 juta ton, menunjukkan kuatnya permintaan pasar internasional terhadap komoditas energi tersebut.
Di sisi lain, produksi bauksit nasional mencapai 8,01 juta ton pada Januari-April 2026.
Data tersebut mencerminkan masih kuatnya aktivitas sektor pertambangan Indonesia di tengah fluktuasi harga komoditas global, dengan nikel, batu bara, dan tembaga tetap menjadi kontributor utama bagi industri pertambangan dan ekspor nasional.(Reuters)

Sumber : Admin