Perlunya Tinjau Ulang Investasi, Tiga Hal Ini Jangan Dilewatkan
Monday, August 31, 2026       14:15 WIB
  • Tinjau ulang portofolio secara berkala agar tetap sesuai dengan tujuan finansial dan profil risiko.
  • Perhatikan komposisi aset, kinerja investasi, dan tujuan penggunaan dana saat melakukan evaluasi.
  • Otomatisasi investasi membantu konsistensi, tetapi tidak menggantikan kebutuhan review berkala.

Ipotnews - Investasi kini semakin praktis berkat fitur otomatisasi seperti auto-debit yang diberikan oleh platform dari sebuah manajer investasi. Namun, kemudahan ini tidak berarti investor bisa sepenuhnya melupakan portofolionya.
Prinsip set and don't forget menekankan bahwa investasi dapat dibuat otomatis, tetapi tetap harus dipantau secara berkala agar strategi sejalan dengan tujuan finansial dan profil risiko.
"Investasi bukan sekadar konsistensi menyisihkan uang, tetapi juga memastikan dana yang ditempatkan tetap relevan dengan tujuan finansial," ujar Nyoman Sukmawati, Head of Wealth Management PT Bank Jago Tbk () dalam keterangannya, Senin (31/8).
Ia menekankan pentingnya evaluasi portofolio karena tujuan keuangan dapat berubah, kondisi pasar bergerak, dan profil risiko investor ikut bergeser. Setidaknya ada tiga hal utama yang perlu diperhatikan investor saat melakukan tinjauan ulang investasinya.
Pertama, komposisi aset. Menurutnya, nilai aset bisa berubah sehingga alokasi portofolio bergeser. Rebalancing diperlukan agar sesuai dengan profil risiko terbaru.
Kedua terkait kinerja investasi. Nyoman berharap agar investor tidak hanya melihat portofolio dari warna merah atau hijau. Pertimbangkan periode investasi, kondisi pasar, dan benchmark.
Ketiga terkait tujuan penggunaan dana dimana semakin dekat waktu penggunaan dana, semakin penting menyesuaikan tingkat risiko agar volatilitas pasar tidak mengganggu kebutuhan.
Dengan pendekatan ini, investor diharapkan tidak hanya konsisten berinvestasi, tetapi juga semakin sadar bagaimana menempatkan uang sesuai dengan tujuannya.
"Melihat portofolio secara lebih menyeluruh, investor dapat lebih mudah memahami bagaimana asetnya tersebar dan kemudian mengevaluasi apakah komposisinya masih sesuai dengan tujuan finansial," ucapnya.
(Marjudin/ AI)

Sumber : admin
An error occurred.