Perluas Jangkauan Pasar, ASSA Bakal Tambah Unit Usaha Baru
Saturday, June 13, 2026       10:12 WIB
  • Penambahan baru: mencakup pemrograman komputer, penerbitan perangkat lunak, IoT, dan sistem komunikasi data.
  • Tujuan strategis: memperluas pasar, meningkatkan efisiensi operasional, dan menciptakan pendapatan berulang.
  • Studi kelayakan independen: RSR menilai rencana bisnis TMS layak dijalankan dengan pembiayaan dari dana internal.

Ipotnews - PT Adi Sarana Armada Tbk () merencanakan penambahan kegiatan usaha dengan memasukkan bidang baru berbasis teknologi informasi yaitu pengembangan Transportation Management System (TMS) Integrated Solution.
Langkah ini sebagai upaya manajemen untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan daya saing, serta memperkuat fleksibilitas layanan logistik melalui. Beberapa klasifikasi usaha baru tersebut yakni 62199 Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya, 58290 Penerbitan Perangkat Lunak Lainnya dan 61105 Jasa Sistem Komunikasi Data, 62204 Konsultasi dan Perancangan Internet of Things (IoT).
"Rencana penambahan ini (kegiatan usaha) akan dimintakan persetujuan dalam RUPS pada 17 Juni 2026," demikian disampaikan manajemen perseroan dalam keterbukaan informasi publik BEI, Jumat (12/6).
menilai, tantangan utama industri transportasi dan logistik kini bergeser dari sekadar ketersediaan armada ke pengelolaan informasi operasional yang terintegrasi. Melalui TMS, perusahaan dapat mengoptimalkan perencanaan rute, pemantauan pengiriman, pengendalian SLA, hingga rekonsiliasi biaya transportasi dalam satu sistem terpadu.
Selain itu, TMS akan dilengkapi layanan Business Process Outsourcing (BPO) dan Control Tower yang memungkinkan pemantauan real-time serta penanganan insiden operasional secara proaktif. Integrasi teknologi IoT juga akan digunakan untuk mendukung visibilitas operasional, termasuk data GPS, suhu, kelembapan, hingga perilaku pengemudi.
Perseroan menargetkan peluncuran komersial TMS pada Agustus 2026. Saat ini sistem tengah dalam tahap uji coba internal dengan modul utama seperti Order Management, Shipment Management, Monitoring, Customer Billing, Freight Settlement, dan Dashboard & Report.
Berdasarkan studi kelayakan yang dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik Ruky, Safrudin & Rekan (RSR), rencana penambahan kegiatan usaha ini dinilai layak secara bisnis. Pembiayaan pengembangan akan menggunakan dana internal perseroan, dengan harapan menciptakan sumber pendapatan berulang yang berkelanjutan serta memperkuat posisi di sektor logistik berbasis teknologi.
Untuk mendukung rencana penambahan kegiatan usaha, perseroan memerlukan biaya investasi awal sebesar Rp5,12 miliar. Seluruh kebutuhan pendanaan tersebut akan dipenuhi melalui pendanaan internal perseroan yang akan digunakan untuk kebutuhan peralatan kantor, software, kebutuhan perizinan dan modal kerja awal.
(marjudin)

Sumber : admin
An error occurred.