Pefindo Tegaskan Peringkat idAAA(sf) Obligasi MLJ, Didukung Struktur Transaksi Yang Kuat
Thursday, August 06, 2026       11:17 WIB
  • Pefindo menegaskan peringkat idAAA(sf) untuk Obligasi I Tahun 2017 PT Marga Lingkar Jakarta (MLJ) dengan periode pemeringkatan 4 Agustus 2026-1 Agustus 2027.
  • Peringkat didukung oleh struktur transaksi obligasi yang kuat, ekonomi wilayah layanan proyek yang baik, dan pengelolaan operasional yang solid, meski dibatasi risiko fluktuasi volume lalu lintas jalan tol.
  • Peringkat dapat diturunkan apabila DSCR berkelanjutan turun di bawah 2,0 kali, dipicu penurunan EBITDA, pelemahan volume lalu lintas, keterlambatan atau rendahnya penyesuaian tarif tol, maupun meningkatnya biaya operasional.

Ipotnews - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat idAAA(sf) terhadap Obligasi I Tahun 2017 PT Marga Lingkar Jakarta (MLJ).
Peringkat tersebut berlaku untuk periode 4 Agustus 2026 hingga 1 Agustus 2027, sebagaimana diumumkan dalam ikhtisar peringkat tertanggal 5 Agustus 2026 yang diterima Ipotnews melalui email, Kamis (6/8).
Pefindo menyatakan peringkat tersebut mencerminkan struktur transaksi obligasi yang kuat, didukung oleh kondisi ekonomi wilayah layanan proyek yang baik serta pengelolaan operasional yang dinilai baik. Meski demikian, peringkat masih dibatasi oleh risiko volatilitas volume lalu lintas jalan tol.
Lembaga pemeringkat itu menjelaskan, peringkat dapat mengalami penurunan apabila debt service coverage ratio ( DSCR ) MLJ yang dihitung dari EBITDA dan saldo kas awal, termasuk dana yang telah dibatasi penggunaannya (restricted cash), untuk pembayaran bunga dan pelunasan obligasi selama satu tahun berjalan, secara berkelanjutan berada di bawah 2,0 kali pada setiap akhir tahun.
Menurut Pefindo, kondisi tersebut dapat dipicu oleh penurunan EBITDA yang signifikan akibat melemahnya volume lalu lintas di ruas JORR , penyesuaian tarif tol yang lebih rendah dari ekspektasi atau mengalami keterlambatan, maupun biaya operasional yang lebih tinggi dari perkiraan.
Selain itu, Pefindo juga menyebut peringkat dapat diturunkan apabila perusahaan gagal memenuhi persyaratan utama dalam struktur transaksi, termasuk menjaga kepatuhan terhadap financial covenants yang dipersyaratkan serta mempertahankan saldo sinking fund yang memadai.
MLJ merupakan operator ruas tol JORR W2 Utara sepanjang 7,87 kilometer untuk seksi Ulujami-Kebon Jeruk berdasarkan perjanjian konsesi dengan Badan Pengatur Jalan Tol ( BPJT ) yang berlaku hingga akhir 2044.
Hingga akhir Juni 2026, komposisi pemegang saham MLJ terdiri atas PT Jasa Marga (Persero) Tbk sebesar 51% dan PT Jakarta Marga Jaya sebesar 49%, yang telah dimiliki PT Astra Tol Nusantara sejak November 2020.
Dari sisi kinerja keuangan, hingga Juni 2026 (unaudited), MLJ membukukan total aset disesuaikan sebesar Rp1,74 triliun, total utang disesuaikan Rp783,5 miliar, dan total ekuitas disesuaikan Rp839,4 miliar. Perseroan juga mencatat penjualan sebesar Rp176,6 miliar, EBITDA Rp131 miliar, serta laba bersih setelah kepentingan nonpengendali sebesar Rp30,5 miliar.
Pada periode yang sama, margin EBITDA tercatat 74,2%, rasio utang terhadap EBITDA sebesar 3,0 kali, rasio utang terhadap ekuitas 0,9 kali, rasio FFO terhadap utang sebesar 22,9%, serta rasio EBITDA terhadap IFCCI mencapai 3,8 kali.
(Adhitya/AI)

Sumber : admin