Pasar Saham Eropa Mendatar di Tengah Badai Laporan Keuangan
Saturday, July 19, 2025       07:37 WIB

Ipotnews - Saham-saham Eropa ditutup stagnan pada Jumat (18/7) akhir pekan ini, menyusul penurunan di sektor kesehatan yang diimbangi oleh kenaikan saham minyak dan gas. Ini menutup pekan yang padat dengan laporan keuangan perusahaan dari berbagai penjuru benua.
Indeks saham utama kawasan Eropa bertahan di level 547 poin, mencatatkan penurunan mingguan yang tipis. Bursa saham regional menunjukkan pergerakan beragam, dengan indeks acuan Jerman (DAX) mengalami penurunan 0,3%, sementara indeks utama Inggris ( FTSE -100) naik 0,2%.
Dengan musim laporan keuangan yang kian memanas, para investor kini lebih fokus pada proyeksi dan target yang diberikan perusahaan, untuk melihat bagaimana mereka menyesuaikan strategi menghadapi kebijakan tarif baru dari Amerika Serikat menjelang tenggat 1 Agustus mendatang.
"Laporan keuangan yang buruk di Eropa saat ini dihukum lebih keras dibandingkan sebelumnya, menandakan peningkatan kehati-hatian setelah reli saham yang luar biasa sejak awal tahun," ujar Laura Cooper, Kepala Strategi Kredit Makro dan Investasi di Nuveen.
Ia menambahkan bahwa cara perusahaan menghadapi ketidakpastian tarif, potensi melemahnya permintaan, serta tantangan rantai pasok akan menjadi fokus utama. Namun, narasi bahwa tekanan tarif telah mencapai puncaknya bisa menjadi sentimen positif bagi pasar.
Pada hari yang sama, saham Epiroc asal Swedia anjlok 9,2% setelah laporan kinerja kuartal kedua mereka tidak memenuhi ekspektasi pasar. Atlas Copco juga turun 7,8% setelah perusahaan melaporkan laba operasional yang disesuaikan lebih rendah dari perkiraan serta penurunan pesanan baru.
Namun, tidak semua laporan keuangan mengecewakan. Saham perusahaan pertahanan Saab melonjak 16,4% setelah membukukan laba kuartal kedua yang lebih tinggi dari ekspektasi serta menaikkan proyeksi penjualannya. Perusahaan alat kesehatan Getinge juga naik 6% setelah melaporkan laba inti kuartalan yang melampaui perkiraan pasar.
Sektor industri menjadi yang paling unggul selama pekan ini, sedangkan sektor otomotif mencatatkan kinerja terlemah.
Pada hari Jumat, sektor kesehatan mengalami tekanan terbesar. Saham produsen obat asal Inggris, GSK, merosot 4,6% setelah panel penasihat FDA AS merekomendasikan untuk tidak menyetujui obat kanker darah Blenrep karena kekhawatiran terhadap efek sampingnya.
Sementara itu, saham di sektor minyak dan gas naik 0,6%, dan sektor makanan serta minuman meningkat 0,8%, membantu mengimbangi sebagian kerugian dari sektor lainnya.
Di antara saham-saham yang mencatatkan pergerakan signifikan, produsen turbin angin asal Denmark, Vestas, melesat 15% setelah JP Morgan menaikkan peringkat sahamnya menjadi "overweight" dari sebelumnya "netral".
Saham Iveco naik 8,3% setelah laporan Reuters menyebutkan bahwa keluarga Agnelli dari Italia tengah menjajaki kemungkinan penjualan perusahaan truk tersebut, dengan dua sumber menyebut Tata Motors sebagai calon pembeli.
Namun, tidak semua berita menggembirakan. Saham produsen peralatan rumah tangga asal Swedia, Electrolux, anjlok 14,3% akibat kinerja kuartal kedua yang buruk di Eropa. Dalam perkembangan lain, perusahaan ritel India, Reliance Industries, mengumumkan telah mengakuisisi merek alat rumah tangga Kelvinator dari Electrolux.
(reuters)

Sumber : admin