Pasar Merespons Testimoni Powell, Saham Asia Ceria; Mata Uang Regional Variatif
Wednesday, July 10, 2024       15:35 WIB

Ipotnews - Mayoritas pasar saham Asia menguat, Rabu, sementara mata uang regional variatif, setelah investor mencerna komentar dari Chairman Federal Reserve Jerome Powell, yang tidak memberikan petunjuk baru mengenai waktu pemangkasan suku bunga.
Powell mengatakan pada hari pertama kesaksiannya di depan kongres selama dua hari, bahwa lebih banyak data yang bagus akan memperkuat alasan pemotongan suku bunga, dan menambahkan dia tidak mengirimkan sinyal mengenai waktunya, sehingga mendongkrak dolar.
Won Korea Selatan dan dolar Taiwan masing-masing turun 0,1% dan 0,2%, sedangkan peso Filipina menguat 0,3%, dan baht Thailand naik tipis 0,1%, demikian laporan  Reuters,  di Bengaluru, Rabu (10/7).
Sementara itu, data dari China menunjukkan inflasi harga konsumen berada di bawah ekspektasi, sedangkan deflasi harga produsen terus berlanjut, memperlihatkan lemahnya permintaan. Yuan Tiongkok sebagian besar mendatar.
Data inflasi baru-baru ini di negara Asia lainnya, termasuk Filipina dan Thailand, menunjukkan tren yang menurun, sehingga memberikan kelonggaran bagi bank sentral untuk memikirkan pemangkasan suku bunga.
Gubernur bank sentral Filipina mengatakan pekan lalu bahwa Bangko Sentral ng Pilipinas memiliki lebih banyak ruang untuk menurunkan suku bunga pada pertemuan berikutnya di Agustus, setelah inflasi tahunan melambat pada Juni.
Keputusan suku bunga dari Korea Selatan dan Malaysia akan diumumkan Kamis. Baik Bank of Korea dan Bank Negara Malaysia diperkirakan mempertahankan suku bunga kebijakan, menurut polling  Reuters. 
"BoK memiliki kecenderungan untuk mempertahankan (suku bunga) untuk jangka waktu yang lama sebelum beralih ke pemotongan suku bunga dan hal ini akan memberikan beberapa dukungan kepada won," tulis analis Maybank.
Saham di kawasan Asia secara umum bergerak lebih tinggi sementara pasar global menunggu laporan harga konsumen Amerika, Kamis, yang berpotensi mendapatkan lebih banyak petunjuk mengenai prospek suku bunga the Fed.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) menguat 0,4%, tertinggi sejak 20 Mei, sedangkan ekuitas Singapura melesat 0,8% ke level tertinggi sejak akhir Maret 2022.
Bursa ekuitas Singapura melambung 3,6% sejauh bulan ini, dan mendekati rekor tertinggi setelah menyentuhnya pekan lalu.
"Investor regional (Singapura) yang mengejar imbal hasil kemungkinan besar akan meningkatkan aksi beli saham bank Singapura dan mendongkrak indeks domestik. Meski saham tiga bank terbesar di negara tersebut, DBS, UOB dan OCBC , diperdagangkan pada rekor tertinggi, imbal hasil dividen lebih dari 5%," kata Paul Chew, Kepala Riset Phillip Securities Research, Singapura.
Di tempat lain, saham Thailand naik 0,2%, sementara saham Taiwan bertambah 0,5%, mencatatkan penguatan keenam berturut-turut.
Saham di Korea Selatan sebagian besar tidak berubah, sementara di Filipina merosot 0,9%, berlawanan dengan tren hari ini. (ef)

Sumber : Admin