- Kedelai CBOT turun ke USD1.096 karena lambatnya pembelian China dan luas tanam naik.
- Total pembelian China baru 2,7 juta ton, jauh dari target.
- USDA diperkirakan naikkan stok kedelai; gandum dan jagung melemah.
Ipotnews - Harga kedelai berjangka Chicago melorot, Senin, menembus level USD1.100 untuk kali pertama sejak Oktober. Penurunan ini dipicu spekulasi China tidak akan membeli cukup banyak kedelai Amerika Serikat untuk menopang harga, ditambah proyeksi pemerintah AS yang memperkirakan peningkatan luas tanam kedelai.
Kontrak kedelai yang paling aktif di Chicago Board of Trade ( CBOT ) turun 0,84% atau USD9,25 menjadi USD1.096,00 per bushel pada pukul 13.31 WIB, level terendah sejak 30 Oktober, demikian laporan Reuters dan Bloomberg, di Canberra, Senin (8/12).
Harga kedelai kini jatuh lebih dari 6% dari level tertinggi 17 bulan, yakni USD1.169,50, yang dicapai bulan lalu setelah gencatan perdagangan Washington-Beijing memicu kembali pembelian kedelai Amerika oleh China.
Namun, laju pembelian China ternyata tidak memenuhi ekspektasi pelaku pasar. Penjualan kedelai Amerika sebesar 462.000 ton pada Jumat lalu hanya membawa total pembelian China sejak kesepakatan dagang menjadi sekitar 2,7 juta ton, jauh di bawah harapan pasar. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, pada Oktober menyatakan China akan segera membeli 12 juta ton, namun pekan lalu dia terlihat menggeser target tersebut menjadi akhir Februari.
Analis Citi memperkirakan pembelian China akan mencapai 10 juta ton pada akhir tahun--lebih tinggi dari ekspektasi umum pasar.
"Kami memperkirakan harga kedelai masih berpotensi naik didorong komitmen China yang memberikan dasar bagi ekspor kedelai AS, menuju USD1.150 per bushel dalam 3 bulan, dan USD1.250 dalam 12 bulan," tulis Citi.
Sementara itu, Departemen Pertanian AS ( USDA ) memproyeksikan petani akan meningkatkan penanaman kedelai serta mengurangi luas tanam jagung dan gandum untuk tahun pemasaran mendatang.
Laporan suplai dan permintaan bulanan USDA yang akan dirilis Selasa diperkirakan menunjukkan peningkatan proyeksi stok akhir kedelai Amerika, serta penurunan stok akhir gandum dan jagung yang mengalami permintaan ekspor lebih kuat.
Komoditas lain, harga gandum CBOT turun 0,05% atau 25 sen menjadi USD535,50 per bushel, sementara jagung melemah 0,11% atau 50 sen jadi USD444,25 per bushel.
Analis Commonwealth Bank, Dennis Voznesenski, mengatakan permintaan gandum memang tampak meningkat, tetapi suplai global yang sangat melimpah membuat harga sulit bergerak naik. (Reuters/Bloomberg/AI)
Sumber : Admin