Panduan untuk Menemukan Arah dalam Masa Pensiun
Monday, July 08, 2024       15:57 WIB

Menemukan arah ( purpose ) dalam masa pensiun mungkin tidak pernah terlintas di pikiran kita. Seringkali kita berpikir bahwa perencanaan pensiun hanya berpusat pada perencanaan keuangan ( financial planning ) saja. Jika perencanaan keuangan untuk urusan pensiun telah kita lakukan dengan baik dan teliti, maka perencanaan pensiun kita anggap sudah selesai.
Tetapi, seperti telah kita singgung dalam artikel sebelumnya yang berjudul  Mengapa Kita Perlu Menetapkan Tujuan Dalam Masa Pensiun?  menetapkan arah atau tujuan ( purpose ) dalam masa pensiun mempunyai banyak manfaat, yaitu:  (1) Memberikan arah ke mana kita harus bergerak, (2) Membuat kita mampu melihat gambaran besar ( big picture ) masa depan yang menanti kita, dan (3) Membuat kita tetap berada dalam kontrol. 
Arah ( purpose ) dalam masa pensiun memilki arti yang berbeda untuk setiap orang. Oleh karena itu, menetapkan arah atau tujuan ( purpose ) merupakan hal yang wajib diketahui setiap orang yang akan memasuki masa pensiun. Kita tidak dapat hanya mencontek saja tujuan pensiun yang dibuat oleh orang lain untuk dirinya. Karena orang yang paling mengetahui keinginan terdalam ( passion ) diri Anda adalah Anda sendiri.
Di bawah ini, kami paparkan lima  panduan  untuk membantu Anda menemukan arah atau tujuan ( purpose ) dalam masa pensiun.
1. Hubungkan tujuan pensiun dengan diri Anda yang sesungguhnya ( authentic self )
Luangkan sedikit waktu untuk mengenal dan mencari tahu apa keinginan terbesar ( passion ) dirimu, apa nilai-nilai yang kamu junjung tinggi, dan apakah hal yang kamu anggap paling penting dalam hidup ini? Sebagai seseorang yang sudah pensiun, atau akan segera pensiun, tentu Anda telah cukup matang dalam hidup ini, dan kami tidak bermaksud untuk ikut campur dengan apa-apa yang menjadi pilihan arah atau tujuan dalam masa pensiun Anda.
Hal yang ingin kami tunjukkan di sini adalah bagaimana Anda bisa terhubung dengan diri Anda yang sesungguhnya, pada tahap yang lebih dalam dan lebih otentik, pada fase hidup yang baru, yaitu masa pensiun. Masa pensiun merupakan fase kritis dalam mencari jati diri Anda yang sesungguhnya, karena sekarang Anda sudah terbebas, Anda sudah tidak terbebani lagi dengan urusan karir dalam pekerjaan dan segala urusan yang menyangkut keuangan rumah tangga.
Untuk mengetahui siapa sesungguhnya diri Anda (dalam kondisi terbaiknya), Anda dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan refleksi ini kepada diri Anda sendiri:  (1). Hal-hal apa yang menjadikan dirimu seperti sekarang?, (2) Hal-hal apa yang kamu anggap paling penting dalam hidupmu?, (3) Seperti apakah kamu ingin dikenal (dan dikenang) oleh orang lain dalam hidup ini? 
Sebagai contoh, jika nilai-nilai yang Anda anggap penting dalam hidup ini adalah kedermawanan ( generosity ), maka Anda dapat mengarahkan kehidupan masa pensiunmu dengan kegiatan-kegiatan yang bersifat sukarela ( volunteer ) pada badan-badan amal di sekitar lingkunganmu.
Atau misalnya, Anda merasa bahwa Anda telah memiliki cukup banyak materi, dan sekarang adalah saat yang tepat untuk membalas budi ( give back ) kepada masyarakat ( society ) yang telah berjasa menjadikan Anda seperti sekarang ini, maka selanjutnya kegiatan Anda pada masa pensiun atau menjelang pensiun ini adalah berbagi ( sharing ) ilmu dan ketrampilan unik lainnya yang Anda miliki kepada orang lain yang membutuhkan.
2. Ketahui tujuan pensiun berdasarkan keunikan talenta dirimu
Setiap orang memiliki talenta (bakat) unik yang mungkin tidak dimiliki orang lain, tapi tidak disadari olehnya. Berbagi talenta unik di sini tidak berarti hanya berbagi ilmu atau pengalaman selama puluhan tahun bekerja di perusahaan besar. Bagaimana pun juga, pengalaman kerja puluhan tahun, kalau hanya mengerjakan hal-hal rutin dari hari ke hari tentu tidak banyak manfaat yang bisa dipelajari dari sana dan tidak akan menarik minat orang lain untuk mengetahuinya.
Saya kembali ingin berbagi pengalaman hidup saya. Sebelum bekerja di Indo Premier, saya bekerja di salah satu sekuritas lokal yang berstatus Tbk atau perusahaan publik. Di situ, saya dipercaya untuk mengembangkan produk yang sulit Bernama Efek Beragun Aset (EBA).
Hal yang menarik dari pengalaman menangani produk EBA ini adalah (1) Untuk mengerjakan setiap produk, harus dimulail dengan membereskan urusan legal (hukum), karena jika urusan legal tidak beres, maka produk itu menjadi tidak legal (melanggar hukum), (2) Setelah membereskan masalah legal, maka yang harus diperhatikan berikutnya adalah masalah pajak ( tax ) karena pajak akan memakan arus kas ( cash flow ) transaksi, dan (3) Masalah terakhir yang harus dibereskan adalah standar akuntansi atau PSAK (Peraturan Standar Akuntansi Keuangan) yang waktu itu belum tersedia untuk  off balance sheet accounting , karena pemodal maupun pihak pemilik awal dari aset ( originator ) yang disekuritisasi harus dapat mencatat penjualan aset itu secara normal ( proper ).
Hal yang menarik dari pengalaman mengerjakan EBA ini adalah bahwa kita tidak perlu menjadi ahli hukum dulu, atau menjadi ahli perpajakan dulu, atau menjadi akuntan dulu (penulis sendiri adalah seorang insinyur Teknik Sipil). Dalam mengerjakan proyek sulit seperti ini, yang dibutuhkan adalah orang yang mampu melihat gambaran besar ( big picture ) dari semua masalah yang ada, sebelum kita masuk ke dalam detail masalahnya (masalah legal, pajak, akuntansi, peringkat, atau masalah penjualan berbagai  tranche  EBA yang dihasilkan).
Talenta unik yang saya miliki pun bukan sesuatu yang Istimewa sekali, tetapi seperti yang sering saya katakan kepada rekan-rekan kerja saya:  I can do this difficult project, because I stay longer with the problem (when others have given up). 
3. Pelajari dan perdalam tujuan pensiunmu dari hubungan pertemanan yang sudah ada
Mempelajari hubungan pertemananmu yang lampau, hubungan pertemananmu sekarang, dan proyeksi hubungan pertemananmu di masa yang akan datang, dapat mengajarkan kita tentang tujuan ( purpose ) pensiun yang sesungguhnya kita inginkan.
Beberapa pertanyaan tentang hubungan pertemanan di masa lalu dan masa kini yang dapat membantu kita untuk memahami diri kita yang sesungguhnya adalah:  (i) orang-orang seperti apa yang membuatmu bersemangat dan orang-orang seperti apa yang hanya menguras energimu, serta mengapa?, (ii) apakah teman-temanmu mendukung dan menyemangati dirimu, ataukah mereka terus menerus menghakimimu dan membuatmu merasa terpukul?, (iii) gaya hidup teman yang manakah yang kamu kagumi dan yang ingin kamu tiru? 
Penting sekali (terutama setelah memasuki masa pensiun) untuk membuat diri kita hanya dikelilingi oleh orang-orang yangmembuat kita merasa menjadi diri kita yang sebenarnya. Mungkin sewaktu kita masih aktif bekerja, kita pernah mengalami saat-saat dimana kita merasa berada dalam lingkungan yang membuat kita tidak nyaman.
Kita misalnya hanya ikut tertawa karena lelucon ( jokes ) yang diceritakan orang lain, walau pun sesungguhnya kita merasa lelucon dia sama sekali tidak lucu, atau bahkan menyakitkan hati. Tetapi kita harus ikut tertawa karena yang menceritakan lelucon itu adalah (misalnya) atasan kita sendiri.
4. Kenali lebih jauh tujuan pensiunmu dari apa yang menjadi impianmu ( passions )
Impian yang terdalam ( passions ) adalah bagian yang sangat penting dari arah atau tujuanmu ( purpose ) di masa pensiun. Semakin banyak Anda merasa puas dengan apa yang Anda lakukan, akan semakin besar Anda merasa bahwa masa pensiunmu mempunyai arti dan tujuan.
Tentu saja, apa yang kita lakukan pada masa pensiun berbeda dengan apa yang kita lakukan pada masa aktif bekerja. Pada waktu kita masih aktif bekerja, seringkali kita mengerjakan sesuatu yang bukan merupakan Impian kita ( passions ). Kita mungkin tidak merasa puas dengan pekerjaan kita. Tetapi, kita tetap harus mengerjakan tugas kita, karena kita hanyalah karyawan yang digaji untuk melaksanakan perintah atasan.
Sekarang, setelah memasuki masa pensiun, kita sudah bebas untuk hanya mengerjakan apa yang kita inginkan saja. Dengan mengerjakan apa yang menjadi impian kita, bukan saja kita akan merasa lebih gembira dan tercapai keinginan kita. Mengerjakan sesuatu yang kita sukai akan membantu kita mengetahui arah dan tujuan ( purpose ) masa pensiun kita.
5. Temukan tujuan pensiunmu dengan membantu orang lain
Ketika kita memikirkan tentang arah atau tujuan hidup kita pada masa pensiun, seringkali kita hanya ingin berbuat sesuatu yang berbeda namun bermanfaat bagi sesama kita. Dengan lain perkataan, kita ingin dikenal (dan dikenang jika telah meninggal nanti) sebagai orang yang berbeda dan telah mengerjakan hal-hal baik yang dapat menjadi kebanggaan bagi orang-orang terdekat kita.
Seringkali, membantu sesama ( altruism ) merupakan pilihan yang diambil orang yang memasuki masa pensiun. Saya ingin sedikit lebih memperluas arti membantu sesama di sini.  Saya ingin membantu sesama dengan cara membantu diri kita sendiri . Dengan demikian, kita juga dapat menemukan arah atau tujuan pensiun kita.
Sebagai contoh, saya akan segera pensiun tetapi pengetahuan saya tentang persiapan memasuki masa pensiun dapat dikatakan sangatlah minim (selain dari pengetahuan yang saya peroleh dari persiapan untuk ujian CFA -  Chartered Financial Analyst , dan ujian CFP - Certified Financial Planner). Untuk itu, saya mulai rajin membaca buku-buku dan artikel-artikel tentang perencanaan keuangan, terutama perencanaan pensiun, dan menuliskan apa-apa yang saya pelajari itu dalam artikel-artikel perencanaan keuangan di website IPOTNEWS.
Dengan menulis artikel perencanaan keuangan, saya telah membantu orang lain, dan juga membantu diri saya sendiri memahami apa yang dimaksud dengan perencanaan keuangan (secara khusus tentang perencanaan pensiun). Hal yang lebih penting dari membantu orang lain adalah saya juga terbantu menemukan arah atau tujuan saya pensiun.
 Oleh : Fredy Sumendap, CFA 

Sumber : IPS

berita terbaru