PGN (PGAS) Bidik Tambahan 450 Ribu Rumah Tangga Tersambung Jargas
Friday, August 01, 2025       20:53 WIB

JAKARTA, investor.id -PT Perusahaan Gas Negara Tbk () atau PGN terus berupaya mendorong pemanfaatan gas bumi untuk rumah tangga. Langkah ini merupakan komitmen PGN dalam mendukung swasembada energi nasional.
Direktur Strategi & Pengembangan Bisnis PGN, Rosa Permata Sari, menyebutkan bahwa gas bumi adalah bahan bakar fosil ( fossil fuel ) dengan emisi karbon lebih rendah, jika dibandingkan fossil fuel lainnya seperti minyak dan batu bara.
Di samping itu, gas bumi berpeluang menjadi energi prioritas sejalan dengan bauran energi nasional untuk gas bumi yang diproyeksikan sebesar 22% pada 2025. Pemanfaatan gas bumi diperkirakan terus meningkat hingga Indonesia mencapai net-zero emission (NZE) atau emisi nol bersih pada 2060.
"Prospek gas bumi menjadi energi prioritas dan membantu transisi kita menuju net-zero emission , menurut saya sangat besar," ujar Rosa pada acara siaran langsung program Investor Market Closing dalam rangkatan Energi Mineral Festival 2025 di Hutan Kota by Plataran Jakarta, Kamis (31/7/2025).
Dia mengungkapkan, PGN sebagai subholding Pertamina akan terus mengakselerasi gas bumi sebagai energi transisi. Gas bumi sebagai energi transisi dapat mengurangi ketergantungan masyarakat pada bahan bakar emisi tinggi seperti LPG dan Kerosin.
Di samping itu, PGN akan memperluas Jaringan Gas (Jargas) rumah tangga di Indonesia. Jika jumlah pelanggan jargas mencapai 1 juta Sambungan Rumah (SR), maka ada potensi penurunan emisi karbon sekitar 380 ribu ton CO. Adapun hingga akhir 2024, PGN telah berhasil menyambungkan lebih dari 815.000 rumah tangga dengan total panjang pipa jargas mencapai 20.000 km.
"Kami targetkan akan ada tambahan sekitar 450 ribu sambungan rumah tangga sampai dengan lima tahun mendatang. Dan ini tentu semakin kita bisa akselerasi, kita yakin volume ini jumlahnya akan bertambah," imbuh Rosa.
Menurut Rosa, pemanfaatan gas bumi dalam jargas rumah tangga akan mengurangi ketergantungan impor LPG yang sejalan dengan cita-cita swasembada energi. Keberadaan gas bumi dalam bentuk LNG maupun CNG juga akan membantu pemerintah untuk menurunkan level subsidi.
Selain memperluas jargas rumah tangga untuk mendukung transisi energi bersih, emiten pelat merah ini juga tengah mempersiapkan proyek injeksi Biomethane. Proyek ini ditargetkan rampung pada akhir 2026.
Rosa menjelaskan, Biomethane ini adalah limbah agrikultur contohnya dari sawit, jerami dan juga kotoran hewan yang kemudian dijadikan biogas. Nantinya Biomethane akan diinjeksi ke dalam jaringan pipa gas bumi eksisting.
"Rencananya memang Biomethane ini akan on stream di 2027, pilot project -nya kita mungkin bisa terjadi di akhir 2026. Nah ini adalah bagian dari inisiatif-inisiatif kita menuju net-zero emission ," pungkas Rosa.

Sumber : investor.id
An error occurred.