AI News - Pemerintah Indonesia menargetkan Pusat Finansial Internasional Indonesia ( PFII ) dapat mengumpulkan dana investasi antara Rp 300 triliun hingga Rp 500 triliun, sambil menerapkan rezim pajak yang selaras dengan standar global, termasuk pajak minimum global, untuk memperkuat daya saingnya.
Poin Penting
- Target investasi PFII : Rp 300-500 triliun (Investor.id, 8 Jul 2026).
- Fasilitas pajak: pengurangan Pajak Penghasilan badan hingga 100 % (Investor.id, 8 Jul 2026).
- Rezim pajak PFII akan mematuhi global minimum tax ( CNBC Indonesia, 8 Jul 2026).
- Tarif pajak badan direncanakan 0 % untuk menarik perusahaan asing (Komisi XI DPR, 8 Jul 2026).
- Investor harus melewati proses kepatuhan internasional yang ketat (Investor.id, 8 Jul 2026).
Berapa Besaran Target Investasi PFII dan Apa Proyeksinya?
Investor.id melaporkan bahwa pemerintah menargetkan PFII mengumpulkan investasi senilai antara Rp 300 triliun hingga Rp 500 triliun berdasarkan proyeksi moderat. Proyeksi tersebut bergantung pada kemampuan Indonesia bersaing dengan pusat keuangan lain seperti Singapura dan Dubai, sebagaimana disampaikan oleh Direktur Jenderal Herman Saheruddin pada sidang DPR Rabu, 8 Juli 2026. Angka ini mencerminkan upaya memperluas sumber pembiayaan jangka panjang bagi ekonomi nasional, sekaligus menambah likuiditas di pasar modal. Jika realisasi mendekati batas atas, PFII dapat menjadi katalis utama bagi aliran modal asing, memperkuat peran Indonesia sebagai hub keuangan regional.
Mengapa Pemerintah Menyetujui Rezim Pajak Global Minimum Tax di PFII ?
Menurut pernyataan Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan, Herman Saheruddin, kebijakan pajak PFII akan mematuhi global minimum tax untuk menghindari praktik "race to the bottom" yang dapat merusak kompetitivitas. Sikap ini selaras dengan standar perpajakan internasional yang telah diadopsi di banyak pusat keuangan global, memastikan Indonesia tidak tertinggal dalam kerangka regulasi lintas-negara. Herman menegaskan bahwa kepatuhan terhadap standar global tidak hanya melindungi basis pajak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan investor asing yang mengutamakan kepastian regulasi. Dengan mengintegrasikan GMT, pemerintah berupaya menciptakan lingkungan fiskal yang seimbang antara insentif dan tanggung jawab fiskal, sehingga PFII dapat menarik proyek-proyek investasi berskala besar tanpa menurunkan standar perpajakan domestik.
Bagaimana Fasilitas Perpajakan yang Diusulkan Dapat Meningkatkan Daya Saing PFII ?
Prof. Paripurna P. Sugarda, Guru Besar Hukum Dagang UGM, menilai bahwa fasilitas perpajakan seperti pengurangan PPh badan hingga 100 % dan pembebasan PPN serta PPnBM akan membuat PFII sangat menarik bagi pelaku internasional, terutama bila dibandingkan dengan Dubai yang menawarkan PPh pribadi 0 % dan tarif badan 0-9 %. Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, menambahkan bahwa tarif pajak badan dapat diturunkan hingga 0 % untuk meniru kebijakan pusat keuangan lain, sehingga perusahaan global dapat mendirikan entitas di PFII tanpa beban pajak yang tinggi. Kombinasi insentif ini, bersama dengan pengecualian subjek pajak dalam negeri, dirancang untuk meningkatkan kompetitivitas PFII dalam menarik investasi asing, sekaligus memberikan fleksibilitas operasional bagi perusahaan yang ingin memperluas investasi baik di dalam maupun di luar Indonesia.
Apa Tantangan Kepatuhan Internasional Bagi Investor di PFII ?
Investor.id menginformasikan bahwa meskipun PFII menawarkan insentif fiskal signifikan, investor harus melewati proses seleksi yang sangat ketat guna memenuhi standar regulator internasional. Herman Saheruddin menekankan bahwa semua dana yang masuk harus melalui screening ketat untuk mencegah aliran dana dari sumber yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Persyaratan ini mencakup kepatuhan pada peraturan anti-pencucian uang, pelaporan ke otoritas internasional, dan pemenuhan kriteria kelayakan yang diatur dalam draft RUU PFII . Karena prosedur ini kompleks, hanya perusahaan dengan struktur kepatuhan yang solid yang diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas pajak penuh, menjadikan kualitas masuknya investor sebagai faktor penentu keberhasilan PFII dalam mencapai target investasi yang ambisius.
Sumber : AI News