- Nomura memperkirakan pertumbuhan EBIT PT Cisarua Mountain Dairy Tbk () rata-rata sekitar 22% hingga 2028.
- Ekspansi jaringan distribusi dan penambahan kapasitas produksi menjadi pendorong utama kinerja perseroan.
- Nomura menaikkan target harga menjadi Rp9.250 per saham dan mempertahankan rekomendasi buy.
Ipotnews - Prospek pertumbuhan PT Cisarua Mountain Dairy Tbk () dinilai masih kuat dalam beberapa tahun ke depan. Analis Nomura, Heng Siong Kong, memperkirakan emiten produsen susu dan produk konsumen tersebut akan terus mengungguli kinerja para pesaingnya seiring ekspansi bisnis yang agresif.
Dalam riset terbarunya, Nomura memproyeksikan laba operasi atau earnings before interest and tax ( EBIT ) akan tumbuh sekitar 22% per tahun hingga 2028. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh perluasan jaringan distribusi secara signifikan serta rencana penambahan kapasitas produksi yang diyakini akan memperkuat momentum pertumbuhan pendapatan dan laba perusahaan.
Menurut Nomura, strategi ekspansi tersebut akan memperluas penetrasi pasar produk-produk sekaligus mendukung peningkatan volume penjualan dalam beberapa tahun mendatang.
Sejalan dengan prospek tersebut, Nomura menaikkan target harga saham menjadi Rp9.250 dari sebelumnya Rp9.150 per saham. Broker global itu juga mempertahankan rekomendasi buy, mencerminkan keyakinan bahwa valuasi saham saat ini masih menawarkan potensi kenaikan yang menarik.
Meski demikian, saham masih berada dalam tekanan pasar yang lebih luas. Pada perdagangan terakhir, saham tercatat turun 3,5% ke level Rp4.380 per saham.
Dengan posisi harga tersebut, target harga Nomura mengindikasikan potensi kenaikan lebih dari 100% dibanding harga pasar saat ini.
Dalam beberapa pekan terakhir, pergerakan saham juga tidak lepas dari sentimen negatif yang membayangi pasar saham Indonesia secara keseluruhan. Koreksi tajam IHSG , meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, serta tekanan terhadap saham-saham sektor konsumsi membuat harga bergerak jauh di bawah target konsensus sejumlah analis.
Namun demikian, prospek pertumbuhan jangka menengah yang didukung ekspansi distribusi, peningkatan kapasitas produksi, dan kuatnya permintaan produk konsumen dinilai tetap menjadi katalis utama bagi kinerja dalam beberapa tahun ke depan.(Dow Jones Newswires/AI)
Sumber : Admin