Nilai Aset Emerging Asia Tertekan, Peso Filipina Cetak Rekor Terendah
Wednesday, September 02, 2026       15:27 WIB
  • Mata uang dan saham  emerging market  Asia cenderung melemah akibat serangan AS ke Iran yang mendorong harga minyak di atas US$95/barel dan yield obligasi global naik.
  • Peso Filipina menyentuh rekor terendah 62,652/USD, sementara indeks saham  emerging Asia  MSCI anjlok 2,2%, dengan KOSPI turun 3,6% dan saham Taiwan 1,7%.
  • Rupiah dan dolar Taiwan melemah 0,3%, IHSG turun 0,3%,investor menanti data  nonfarm payrolls  AS untuk melihat arah suku bunga The Fed.

Ipotnews - Nilai tukar mata uang dan indeks saham acuan negara-negara  emerging market  Asia bergerak cenderung melemah hingga menjelang akhir sesi peredagangan hari ini, Rabu (2/9).
Laman Reuters melaporkan, peso Filipina menyentuh level terendah sepanjang masa. Saham-saham Asia sebgaian besar melemah karena investor menghindari aset-aset berisiko.
Serangan terbaru AS terhadap Iran mendorong harga minyak naik dan yield obligasi global ke level tertinggi dalam beberapa tahun.
Hingga mendekati pukul 15:00 WIB, indeks MSCI mata uang  emerging market  (EM) global turun 0,2%, berada di jalur menuju sesi terburuk dalam sebulan, sekaligus mengakhiri tren penguatan selama 10 sesi jika pelemahan berlanjut.
Minat pada aset berisiko di kawasan  emerging Asia  memburuk karena investor menarik diri. Harga minyak kembali menembus USD95 per barel menyusul serangan terbaru AS terhadap Iran.
Peso Filipina menyentuh rekor terendah di level 62,652 per dolar AS, tertekan oleh tingginya harga energi. Kekhawatiran yang terus berlanjut terhadap posisi eksternal negara tersebut. Indeks saham acuan Filipina melorot 0,7% .
Analis Maybank mengatakan peso kemungkinan masih berada di bawah tekanan karena "posisi eksternal yang tidak menguntungkan dan tingkat suku bunga riil yang rendah". Harga minyak yang tinggi serta potensi peningkatan impor barang modal diperkirakan akan membebani mata uang tersebut.
Selain itu, arus remitansi memberikan dukungan yang lebih kecil karena pertumbuhan dari pasar sumber utama seperti AS dan negara-negara Timur Tengah cenderung moderat atau menunjukkan tanda-tanda perlambatan, sebut analis Maybank seperti dikutip Reuters.
Kehati-hatian juga terlihat di pasar obligasi kawasan. Berdasarkan data LSEG , harga obligasi bertenor 10 tahun di Indonesia dan Filipina telah mencatat kerugian masing-masing sebesar 7,6% dan 23,6% sejak awal tahun.
Aksi jual tersebut terjadi bersamaan dengan kenaikan tajam biaya pinjaman di negara-negara maju. Yield US Treasury 10 tahun naik ke level tertinggi dalam hampir tiga tahun, sementara yield obligasi pemerintah Jepang 10 tahun menembus 3%, sehingga mengurangi daya tarik aset  emerging market .
Rupiah Indonesia dan dolar Taiwan juga turun masing-masing 0,3%. Baht Thailand melemah 0,1% setelah sempat menyentuh level terlemah dalam hampir sebulan. Won Korea Selatan bergerak berlawanan dengan tren kawasan dan menguat 0,4%.
Sementara itu, indeks MSCI saham  emerging market  Asia anjlok 2,2% ke level terendah dalam lebih dari sepekan. Indeks KOSPI Korea Selatan dan indeks acuan Taiwan, yang merupakan konstituen terbesar indeks tersebut, masing-masing terperosok 3,6% dan 1,7%.
IHSG Indeks saham acuan Indonesia turun 0,3%, setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi sejak pertengahan Mei. Indeks saham Thailand melorot 0,7% ke level terendah dalam delapan pekan.
Investor kini menantikan laporan  nonfarm payrolls  AS yang akan dirilis pada Jumat untuk mendapatkan petunjuk mengenai kemungkinan Federal Reserve menaikkan suku bunga pada akhir bulan ini. (Reuters/AI)
Asia stock indexes and currencies at 0422 GMT

Country

FX Daily %

FX YTD %

Stock Index Daily %

Stock Index YTD %

Japan

+0.21

-1.99

-2.76

24.22

China

+0.03

+3.97

-1.10

-0.83

India

-0.01

-5.36

-0.93

-8.79

Indonesia

-0.31

-6.16

-0.28

-23.89

Malaysia

-0.16

+0.33

0.06

1.28

Philippines

-0.22

-5.98

-0.71

-0.04

S. Korea

+0.41

+5.27

-3.62

56.33

Singapore

+0.02

+1.01

0.16

23.10

Taiwan

-0.29

-0.91

-1.67

59.39

Thailand

-0.08

-5.59

-0.65

25.30


Sumber : admin