Meski Dibayangi Impor Tin Plate, NIKL Bidik Penjualan 2026 Tumbuh 14,4% Jadi USD160 Juta
Wednesday, April 08, 2026       15:18 WIB
  • menargetkan penjualan 2026 naik 14,4% menjadi USD160 juta dengan laba bersih sekitar USD3 juta, meski ada tekanan impor tin plate
  • Kinerja 2025 menunjukkan perbaikan laba signifikan menjadi USD973 ribu, tetapi penjualan turun 10,21% akibat tingginya impor dari China dan Korea Selatan
  • Strategi 2026 difokuskan pada efisiensi biaya, pengendalian bahan baku dan kurs, serta capex USD2,1 juta untuk menjaga kualitas dan keandalan produksi

Ipotnews - PT Pelat Timah Nusantara Tbk () membidik pertumbuhan penjualan untuk Tahun Buku 2026 sebesar 14,4 persen menjadi USD160 juta dari realisasi di sepanjang 2025 yang senilai USD139,83 juta. Manajemen optimistis bisa mencapai target tahun ini, meski industri diproyeksikan masih dibayangi impor tin plate dari China dan Korea Selatan.
"Target penjualan kami di tahun 2026 ini secara nilai, lebih kurang USD160 juta. Sementara itu, target laba (bersih) lebih kurang USD3 juta," kata Direktur Utama , Jetrinaldi saat pelaksanaan Public Expose secara daring usai menggelar RUPS Tahunan Tahun Buku 2025 di Jakarta, Rabu (8/4).
Dia menyampaikan, sepanjang 2025 perseroan mampu mencatatkan laba bersih USD973,39 ribu atau berbanding terbalik dengan setahun sebelumnya yang menderita rugi bersih USD18,85 ribu. Kondisi ini mencerminkan adanya peningkatan kinerja di area bottom line mencapai 5.263,3 persen (year-on-year).
Namun demikian, ungkap Jetrinaldi, nilai penjualan di sepanjang 2025 tercatat mengalami penurunan 10,21 persen (y-o-y) menjadi USD139,83 juta. Dia mengungkapkan, koreksi kinerja di area top line ini tidak terlepas dari tingginya tingkat impor tin plate dari China dan Korea Selatan.
"Tantangan utama kami, impor tin plate yang masuk masih cukup signifikan. Tetapi berdasarkan pengalaman yang kami lewati di tahun lalu, kami mempunyai cara sendiri untuk menyelaraskan penjualan dengan impor yang masuk dari Tiongkok maupun Korea," paparnya.
Pada tahun ini, jelas Jetrinaldi, emiten yang terafiliasi dengan melalui kepemilikan saham ini akan kembali menerapkan strategi bisnis seperti praktik di 2025, terutama bersaing dengan produk impor. "Ini kami lakukan mulai dari pengadaan bahan baku dan menjaga biaya usaha maupun menjaga rugi kurs, serta menekan beban bunga," ucapnya.
Pada Kuartal I-2026, ungkap Jetrinaldi, pencapaian Latinusa jauh lebih baik dibandingkan dengan periode yang sama di 2025. Sekadar informasi, total penjualan selama tiga bulan pertama di 2025 tercatat USD34,26 juta, sedangkan rugi bersih tahun berjalan sebesar USD853,73 ribu.
Guna mendukung kinerja di sepanjang 2025, Direktur , Irvan Muhson Jauhari, emiten pemilik brand Latinusa ini mengganggarkan belanja modal (capex) sebesar USD2,1 juta. Secara umum, dana capex akan dimanfaatkan untuk menjaga keandalan pabrik dan meningkatkan kualitas spesifikasi produk.(Budi/AI)

Sumber : admin
An error occurred.