Keadaan ekonomi saat ini sedang tidak baik-baik saja. Sebagian dari kita mungkin tidak terlalu merasakan keadaan ekonomi yang buruk ini. Tetapi, bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, keadaan ekonomi sudah hampir tidak tertahankan lagi.
Mencari pekerjaan sangat sulit, bahkan bagi sarjana lulusan perguruan tinggi ternama. Harga-harga barang dan jasa juga naik jauh lebih tinggi daripada kenaikan gaji yang diperoleh.
Satu-satunya hal yang masih membuat kita merasa bahwa kondisi di Indonesia masih lebih baik dibandingkan dengan keadaan sebagian negara-negara lain di dunia adalah bahwa Indonesia tidak terlibat dalam perang fisik secara langsung atau perang yang sesungguhnya.
Keadaan yang buruk di Indonesia saat ini hanyalah kondisi ekonomi yang buruk (serba tidak pasti). Berbeda dengan kondisi negara lain yang terkena imbas langsung dari situasi perang, kondisi ketidak-pastian ekonomi saat ini masih dapat ditangani melalui perencanaan keuangan ( financial planning ) yang baik.
Tetapi, Perencanaan Keuangan ( Financial Planning ) pada masa ketidak-pastian ekonomi harus lebih terfokus pada keselamatan keuangan ( safety ). Bukan pada mencari keuntungan investasi yang sebesar-besarnya ( growth ).
Saya membaca dari media sosial ( catatan: berita di medsos mungkin tidak akurat ), bahkan Menteri Keuangan Republik Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa, kabarnya telah membagikan lima saran ( tips ) berikut untuk selamat dari krisis (2026 sd 2030) sebagai berikut:
- Stop kredit dulu: jangan menambah cicilan atau utang baru, beresin dulu utang yang sudah ada.
- Fokus pada bisnis yang sudah ada. Jangan bernafsu untuk membesarkan bisnis saat ini. Fokus dulu untuk merawat bisnis yang sudah ada supaya tetap stabil.
- Amankan pekerjaan. Menahan diri untuk tidak resign . Di masa krisis, punya gaji tetap itu suatu kemewahan.
- Hemat pangkal selamat. Potong pengeluaran yang tidak penting. Self-reward boleh, tapi secukupnya saja.
- Hati-hati berinvestasi. Jangan gampang tergiur bisnis baru atau bisnis MLM ( Multi Level Marketing ) yang janjinya muluk-muluk.
Sejalan dengan saran ( tips ) yang dibagikan oleh Menteri Keuangan, saya juga ingin membagikan saran sebagai Perencana Keuangan Independen kepada para pembaca IPOTNEWS yang ingin menyusun rencana keuangan pada masa ketidakpastian ekonomi ini (kami menggunakan istilah ketidakpastian ekonomi, bukan krisis ekonomi, karena istilah krisis ekonomi dalam ilmu keuangan telah didefinisikan berbeda)
1. Perkuat jaring pengaman
- Siapkan Dana Darurat yang lebih besar dari biasanya. Dana Darurat minimum adalah 6 bulan pengeluaran rutin, tetapi pada situasi yang buruk ini harus ditingkatkan menjadi 9 sd 12 bulan pengeluaran rutin.
- Evaluasi ulang pertanggungan asuransi yang ada- pastikan bahwa pertanggungan Asuransi Kesehatan ( health insurance ), Asuransi Jiwa ( life insurance ), dan Asuransi Kerugian ( general insurance ) telah memadai untuk meredam semua guncangan akibat ketidakpastian ekonomi.
2. Utamakan pengeluaran-pengeluaran yang penting (wajib)
- Bedakan antara pengeluaran yang dilakukan karena keinginan ( wants ) dan pengeluaran yang dibuat karena kebutuhan ( needs ). Anda harus berfokus pada pengeluaran karena keinginan ( wants ) karena jenis pengeluaran ini sifatnya tidak wajib ( discretionary ) dan dapat dipangkas pada kondisi ekonomi yang tidak pasti.
- Jika memungkinkan, tunda semua pengeluaran yang tidak wajib (discretionary expenses) sampai kondisi ekonomi menjadi lebih stabil
3. Diversifikasi sumber-sumber pendapatan
- Pertimbangkan sumber-sumber pendapatan baru seperti pekerjaan sampingan, atau pendapatan pasif lainnya
- Perbaharui ketrampilan yang ada untuk tetap mampu bersaing di pasar tenaga kerja yang ada
4. Kelola utang yang ada
- Lunasi semua utang yang ada, dimulai dari utang berbunga paling tinggi untuk mengurangi beban finansial yang ada
- Sedapat mungkin hindari mengambil utang baru
5. Pertahankan investasi yang berimbang ( Diversified )
- Pertahankan investasi tetap terdiversifikasi ke dalam berbagai kelas aset, baik aset finansial ( financial assets ) maupun aset fisik ( tangible assets )
- Pertimbangkan untuk mengalihkan investasi aset-aset keuangan yang ada ( intangible assets ) ke dalam aset-aset beresiko rendah. Pada situasi ekonomi yang serba tidak pasti, keamanan investasi ( safety ) harus lebih diutamakan di atas pertumbuhan ( growth ).
6. Tetap mengikuti perkembangan
- Tetap mengikuti semua perkembangan ekonomi dan politik yang terjadi, dan tidak mudah terpedaya oleh berita-berita hoax .
- Tidak mengambil keputusan investasi berdasarkan gejala sesaat ( impulsive decisions )
- Tinjau ulang rencana keuangan setiap kuartal untuk menyesuaikan dengan perubahan-perubahan pendapatan ( income ), pengeluaran ( expenses ), atau kondisi pasar ( market conditions )
7. Tetap fokus pada sasaran-sasaran jangka panjang
- Tetap menyimpan sebagian penghasilan untuk Dana Pensiun ( retirement fund )
- Kontribusi dalam Dana Pensiun, walaupun kecil, tetap akan bernilai besar ( compound significantly ) dengan berjalannya waktu
Oleh : Fredy Sumendap, CFA
Sumber : IPS