Meningkatkan Literasi Keuangan dalam Tujuh Langkah
Thursday, April 02, 2026       16:25 WIB

Literasi Keuangan adalah kemampuan untuk mengerti, dan dapat secara efektif menerapkan ketrampilan keuangan (termasuk di antaranya penganggaran, investasi, pinjaman, dan perpajakan) untuk mengelola uang secara bijaksana demi mencapai kestabilan keuangan.
Literasi Keuangan mencakup pengetahuan atas konsep-konsep keuangan, keyakinan dalam mengambil keputusan-keputusan keuangan, dan kemampuan untuk mengikuti arah perekonomian.
Anda dapat meningkatkan kemampuan keuangan (literasi keuangan) dengan cara belajar konsep-konsep keuangan secara daring ( online ), dan kemudian menerapkan pengetahuan yang sudah diperoleh itu dalam kehidupan nyata, dimulai dari manajemen utang ( debt management ) hingga perencanaan pensiun ( retirement planning ).
Pandanglah hal ini sebagai literasi keuangan dalam praktek, yaitu suatu cara untuk belajar langsung dari pengalaman dan langsung merasakan hasilnya. Setelah Anda merasakan hasil dari penerapan literasi keuangan secara langsung, maka akan lebih mudah untuk menjadikan literasi keuangan sebagai bagian dari kehidupan.
Artinya, setiap pengambilan keputusan keuangan yang Anda lakukan telah mempertimbangkan semua pengetahuan keuangan yang Anda miliki, bukan karena desakan dari pihak ketiga saja.
Di bawah ini, kami sajikan cara untuk meningkatkan literasi keuangan dalam tujuh langkah:
1. Tetapkan terlebih dahulu sasaran keuangan yang ingin Anda capai
Mulailah dengan menanyakan pertanyaan-pertanyaan berikut ini pada dirisendiri:
  • Apa sasaran keuangan yang diharapkan untuk dapat dicapai dalam satu tahun ke depan atau dua tahun yang akan datang? Apakah sasaran keuangan itu adalah melunasi utang? Atau membeli mobil baru? Atau pergi berlibur bersama keluarga?
  • Di mana Anda akan berada dalam masa 3 hingga 10 tahun ke depan? Apakah sudah memiliki rumah sendiri? Mulai membina keluarga? Atau, mungkin, memulai bisnis sendiri dan mengembangkan kewiraswastaan?
  • Lalu, bagaimana untuk sasaran jangka panjang, 11 tahun atau lebih? Mungkin Anda ingin menyimpan uang untuk biaya kuliah anak di fakultas kedokteran (yang mencapai ratusan juta rupiah). Atau, Anda mungkin ingin menyimpan Dana Pensiun untuk bisa pensiun dengan nyaman?

Tuliskan semua sasaran-sasaran keuangan yang Anda ingin capai, jangka pendek, jangka menengah, dan jangka penjang. Cantumkan pula suatu jumlah Rupiah untuk setiap sasaran keuangan yang ingin dicapai sehingga Anda setiap saat dapat mengetahui pencapaian Anda terhadap sasaran-sasaran keuangan tersebut. Ini akan memberikan Anda motivasi untuk tetap maju dan mencapai sasaran-sasaran yang dituju.
2. Susunlah rencana pengeluaran ( spending plan )
Tujuan menyusun rencana pengeluaran adalah untuk mengontrol belanja supaya tetap sesuai dengan rencana yang telah dibuat semula. Adanya rencana pengeluaran akan menghindarkan kita dari pembelian-pembelian yang impulsif karena keinginan sesaat. Rencana pengeluaran ini dapat dianggap sebagai penganggaran ( budgeting ), tetapi karena sebagai karyawan, arus kas masuk hanya berasal dari satu sumber yang besarnya sama setiap bulan. Oleh karena itu fokus kita hanya pada rencana pengeluaran. Dengan menyusun rencana pengeluaran setiap bulan, kita dapat melihat jenis-jenis pengeluaran yang kita lakukan.
Pengeluaran wajib ( non-discretionary expenses ) adalah pengeluaran-pengeluaran yang mau atau tidak mau harus kita lakukan, atau hadapi konsekuensinya, seperti pembayaran biaya KPR, atau pembayaran angsuran KKB, biaya utilitas seperti tagihan listrik, tagihan air, biaya sambungan internet; kemudian ada biaya transportasi, biaya perawatan kesehatan, dan biaya makan sehari-hari.
Sebaliknya, pengeluaran tidak wajib ( discretionary expenses ) adalah pengeluaran-pengeluaran yang dapat tidak Anda lakukan kalau keadaan keuangan belum memungkinkan. Misalnya, biaya untuk hiburan atau jalan-jalan dapat Anda tunda jika keadaan keuangan Anda belum memungkinkan. Pastikan selalu untuk menjadikan menabung dan berinvestasi sebagai bagian dari rencana pengeluaran ( spending plan ) yang Anda susun.
3. Bangun dana darurat untuk berjaga-jaga
Anda tak akan pernah tahu kapan akan membutuhkan dana tambahan karena hal-hal tidak terduga seperti mobil rusak, mengalami sakit parah, atau bahkan di PHK. Cara yang terbaik untuk berjaga-jaga atas semua kemungkinan itu adalah dengan menyiapkan Dana Cadangan ( reserve Fund ) atau Dana Darurat ( Emergency Fund ).
Pada kondisi ekonomi yang normal, kami akan menganjurkan untuk menyimpan Dana Cadangan ( Reserve Fund ) sebesar minimum 6 bulan dari pengeluaran rutin Anda. Tetapi, pada kondisi ekonomi sekarang yang serba tidak pasti, Dana Cadangan ( Reserve Fund ) yang kami sarankan adalah sebesar minimum 9 bulan dari pengeluaran rutin Anda.
Jika Anda masih menanggung seorang bayi atau balita dalam keluarga, atau menanggung hidup orang tua yang sudah jompo (renta), tambahkanlah Dana Cadangan ( Reserve Fund ) itu sebanyak 3 bulan lagi dari pengeluaran rutin Anda.
4. Jadikan menabung dan investasi sebagai pengeluaran dengan prioritas tertinggi
Jadikan jumlah yang ingin Anda tabung atau investasikan setiap bulan sebagai pengeluaran atau biaya yang ditujukan kepada diri sendiri dan mempunyai prioritas pembayaran paling tinggi dari semua pengeluaran yang ada. Menjadikan pembayaran uang untuk tabungan atau investasi sebelum pembayaran untuk pengeluaran-pengeluaran yang lain merupakan cara yang terbaik untuk menjamin pencapaian sasaran keuangan yang telah Anda tentukan dalam langkah pertama di atas.
Jika sasaran keuangan yang ingin Anda capai adalah sasaran jangka pendek, misalnya membentuk Dana Darurat (Emergency Fund) sebesar 9 bulan pengeluaran rutin, maka Anda hanya perlu melakukan tindakan yang sederhana seperti menabung ( savings ).
Tetapi, jika sasaran keuangan yang ingin Anda capai adalah masa pensiun yang nyaman, memiliki rumah, bebas utang, dan telah selesai membiayai kuliah anak-anak, maka Anda membutuhkan tindakan yang lebih rumit serta perencanaan investasi.
5. Jadikan utang selalu ada dalam kontrol
Seringkali kita tidak dapat menghindar dari keharusan membeli barang dengan cara berutang. Misalnya, ketika kita ingin membeli rumah, kemungkinan besar kita harus membelinya dengan cara berutang di bank dengan cara KPR untuk 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun atau bahkan lebih.
Demikian pula, Ketika kita ingin membeli kendaraan bermotor, sebagian besar orang harus berutang ke Perusahaan pembiayaan ( leasing company ) untuk 3 atau 4 tahun.
Utang hampir tidak dapat dihindari, tetapi kita dapat menghindari kebiasaan berutang. Berutang hanya boleh dilakukan kalau tidak ada alternatif pembiayaan yang lain, bukan karena berutang juga telah dilakukan oleh semua orang yang lain.
Sebagai contoh, orang lain mungkin banyak yang berutang lewat kartu kredit (KK). Anda dapat menolak tawaran untuk berutang lewat KK karena Anda masih memiliki cara lain untuk memperoleh barang yang ditawarkan. Anda misalnya dapat membeli secara tunai, atau Anda dapat menabung terlebih dahulu sampai terkumpul cukup uang untuk membeli barang tersebut secara tunai.
Jika Anda tidak dapat menghindari untuk berutang, maka Anda harus memastikan bahwa semua utang berada dalam kontrol Anda. Misalnya, pada waktu Anda berutang KPR. Usahakan bahwa utang KPR Anda berbunga tetap ( fixed rate ), sehingga pihak keditur (bank) tidak dapat menaikkan suku bunga sesukanya.
Jika Anda tidak bisa mendapatkan utang KPR dengan bunga tetap ( fixed rate ), karena jangka waktu kredit yang terlalu lama (saat ini pihak bank biasanya hanya memberikan pinjaman dengan suku bunga tetap jika jangka waktu pinjaman tidak lebih dari tiga tahun saja), maka Anda harus sudah mempersiapkan tindakan alternatif jika pihak kreditur sewaktu-waktu menaikkan suku bunga kreditnya.
Tindakan yang mungkin Anda lakukan itu misalnya adalah melunasi pinjaman tersebut, atau membayar kembali sebagian dari pokok pinjaman jika terjadi kenaikan yang besar pada pokok pinjaman.
6. Lindungi keuangan diri Anda
Ada banyak hal (kejadian atau peristiwa) yang dapat mempengaruhi kesehatan keuangan Anda. Untuk itu, Anda perlu membeli polis asuransi sesuai kebutuhan Anda. Polis-polis asuransi yang penting dan perlu Anda pertimbangkan adalah (1) asuransi kesehatan, (2) asuransi kebakaran, dan (3) asuransi kendaraan bermotor.
Jika Anda adalah karyawan, maka biasanya Perusahaan (pemberi kerja) telah mengasuransikan resiko-resiko kesehatan, kecelakaan, dan kematian karyawannya kepada Perusahaan asuransi. Anda hanya perlu membeli asuransi kesehatan sebagai tambahan saja, jika Anda merasa bahwa asuransi dari Perusahaan (pemberi kerja) tidak mencukupi, atau Anda ingin ada asuransi untuk anggota keluarga lain.
Asuransi kebakaran perlu dibeli untuk menjamin resiko kebakaran atas rumah tinggal Anda. Jika Anda membeli rumah secara KPR maka pada waktu kredit diberikan, pihak Bank akan mewajibkan Anda untuk membeli asuransi kebakaran.
Tetapi, Anda perlu ingat bahwa pertanggungan asuransi hanya menjamin kerugian atas nilai rumah sebesar sisa KPR saja. Kita tahu bahwa nilai KPR akan menurun sejalan dengan pembayaran cicilan KPR itu. Artinya, nilai pertanggungan asuransi kita juga akan menjadi semakin kecil sejalan dengan waktu.
Asuransi kendaraan bermotor terdiri atas pertanggungan All Risk (mempertanggungkan resiko tabrakan dan resiko kehilangan), dan pertanggungan Total Loss Only (mempertanggungkan resiko kehilangan kendaraan saja). Asuransi All Risk biasanya dapat diperluas dengan perlindungan atas tanggung-jawab pada pihak ketiga, pertanggungan atas resiko kebanjiran dan pertanggungan atas resiko huru-hara.
Tidak semua resiko harus Anda tutup dengan membeli polis asuransi. Ada resiko-resiko tertentu yang mungkin tidak perlu Anda tutup dengan polis asuransi. Untuk itu, Anda perlu bijak dalam memilih mana polis asuransi yang sebaiknya Anda beli, dan mana polis asuransi yang tidak penting untuk dibeli.
7. Mulailah berinvestasi
Jika Anda telah mulai memiliki uang lebih dari gaji yang Anda terima setiap bulan, segera jadikan uang itu bekerja untuk Anda. Mula-mula mungkin Anda hanya perlu menempatkan kelebihan gaji itu dalam rekening tabungan. Setelah jumlah tabungan telah cukup besar, Anda dapat memindahkan uang dalam rekening tabungan itu menjadi deposito. Jika jumlah uang deposito Anda telah mencapai 9x jumlah pengeluaran rutin per bulan, Anda harus mulai belajar berinvestasi.
Jangan takut untuk berinvestasi hanya karena nilai investasi tidak dijamin sebagaimana deposito. Tentu saja, sebagai perencana keuangan, kami juga tidak menganjurkan Anda untuk berinvestasi dengan mengambil resiko yang tidak Anda mengerti.
Anda tidak harus mulai dengan berinvestasi pada saham-saham individual, karena investasi ini sangat beresiko bagi yang belum mengerti. Sebaliknya, Anda dapat mulai berinvestasi pada reksadana konvensional atau pun pada reksadana bursa (ETF).
Reksadana konvensional terdiri atas reksadana ekuitas (saham-saham), reksadana berpendapatan tetap (obligasi), reksadana campuran (campuran antara saham-saham dan obligasi), dan reksadana pasar uang ( money market ). Berdasarkan cara Manajer Investasi mengelolanya, Reksadana Bursa ( Exchange Traded Fund or ETF ) terdiri ETF pasif yang mengelola reksadana mengikuti suatu Indeks, dan ETF Aktif, yang dikelola menurut pertimbangan terbaik Manajer Investasi.
Dengan mulai berinvestasi, Anda akan terus belajar tentang berbagai instrumen investasi, dan pada akhirnya juga meningkatkan literasi keuangan Anda sendiri. Anda misalnya dapat mulai dari mencari berbagai informasi secara daring ( online ) tentang arti saham, arti obligasi, arti pasar uang, dan arti reksadana itu sendiri serta cara berinvestasi di dalamnya.
Setelah Anda merasa cukup memahami cara-cara berinvestasi dalam reksadana konvensional, Anda dapat mulai mencari tahu tentang Reksadana Bursa (ETF), dan hal-hal apa yang mendorong perkembangan ETF.
Untuk investasi dalam ETF, kami menganjurkan Anda mulai dari mempelajari R-LQ45X.adalah ETF pertama dan terbesar di BEI yang dikelola secara pasif mengikuti Indeks LQ45 yang terdiri atas 45 saham paling likuid yang diperdagangkan di BEI.
 Oleh: Fredy Sumendap, CFA 

Sumber : IPS
An error occurred.